Daerah

HUT ke-667 Kota Probolinggo, Wali Kota Aminuddin Paparkan Arah Pembangunan dari Kesehatan hingga Ekonomi

×

HUT ke-667 Kota Probolinggo, Wali Kota Aminuddin Paparkan Arah Pembangunan dari Kesehatan hingga Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Walikota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin berjalan beriringan menuju lapangan apel peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo ke 667 (foto : suyitno)

Probolinggo,Sekilasmedia.com-Usia 667 tahun menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Probolinggo untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan kota yang semakin layak, sejahtera dan berdaya saing.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin ketika memimpin Apel Peringatan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo di Alun-alun Kota Probolinggo, Jumat (4/9/2026).

Mengangkat tema **“Bersolek Menuju Kota yang Berdaulat, Adil, dan Makmur”**, apel tersebut diikuti Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK dr. Evariani Aminuddin, pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat serta peserta apel.

Dalam amanatnya, Aminuddin mengajak seluruh elemen masyarakat memaknai hari jadi bukan sebatas seremoni tahunan. Menurutnya, perjalanan panjang Kota Probolinggo perlu menjadi bahan refleksi untuk melihat capaian sekaligus menyiapkan langkah pembangunan berikutnya.

Sejarah Kota Probolinggo, kata dia, tidak dapat dilepaskan dari peristiwa pembukaan Hutan Banger pada 4 September 1359. Beberapa waktu kemudian, tepatnya 28 September 1359, kawasan tersebut diresmikan Sang Prabu Hayam Wuruk sebagai pusat permukiman sekaligus perdagangan hasil bumi.

Perjalanan tersebut terus berlanjut hingga setelah Indonesia merdeka. Status Kota Probolinggo sebagai kota administratif pada 1950 menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan pemerintahan dan pembangunan wilayah.

Kini, Probolinggo berkembang sebagai kota yang terus bergerak mengikuti perubahan zaman, namun tetap membawa identitas sejarah, budaya, keberagaman dan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Dari sejarah yang panjang, kita belajar menghargai perjalanan. Dari capaian hari ini, kita membangun keyakinan untuk menatap masa depan dengan lebih optimis,” ujar Aminuddin.

Ia kemudian menjelaskan makna tema “Bersolek” yang diusung dalam pembangunan Kota Probolinggo. Menurutnya, istilah tersebut tidak hanya berbicara mengenai mempercantik tampilan kota, tetapi mencakup berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Di sektor kesehatan, pemerintah daerah terus memperluas akses pelayanan melalui Universal Health Coverage (UHC), digitalisasi posyandu, jam tangan kesehatan terintegrasi, pemenuhan kebutuhan gizi kelompok rentan serta program cek kesehatan gratis.

Upaya penanganan stunting juga menjadi salah satu perhatian. Berdasarkan data yang disampaikan dalam apel, prevalensi stunting Kota Probolinggo pada Desember 2025 berada di angka 9,56 persen, menurun dibandingkan 9,88 persen pada tahun sebelumnya.

Pembangunan sumber daya manusia juga ditempatkan sebagai bagian penting dari agenda pemerintah. Pemerintah Kota Probolinggo berupaya memastikan anak-anak memperoleh kesempatan pendidikan melalui berbagai program.

Penanganan anak tidak sekolah dilakukan melalui Sinergi Aksi Holistik Berbasis Area Terpadu Untuk Anak Tidak Sekolah (Sahabat ATS), pendidikan kesetaraan, penguatan PAUD hingga pengembangan Sekolah Rakyat.

BACA JUGA :  Halal Bihalal Bersama HIMPAUDI, Mbak Vinanda Komitmen Hadirkan Pendidikan Berkualitas Mulai dari PAUD

Pemkot juga membangun kolaborasi dalam bidang numerasi, matematika, sains, robotik dan teknologi bersama Prof. Masami Isoda dari University of Tsukuba, Jepang.

Di sisi lain, pembangunan fisik terus diarahkan untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang nyaman dan terkoneksi. Sejumlah agenda yang disebutkan antara lain revitalisasi Alun-alun, peningkatan jalan, pembenahan drainase dan kawasan permukiman, penerangan jalan serta pengembangan GOR A. Yani.

Penguatan konektivitas juga mencakup sektor transportasi dan digital. Operasional kereta komuter Surabaya–Pasuruan–Probolinggo, rencana renovasi Stasiun Probolinggo, pengembangan jalur rel menuju pelabuhan serta penyediaan hampir 100 titik Wi-Fi gratis menjadi bagian dari upaya tersebut.

Pemerintah juga memperkuat layanan digital melalui super koridor dan superapp B-LINK yang diharapkan mampu mendukung akses masyarakat terhadap berbagai layanan pemerintahan.

Sektor ekonomi turut menjadi perhatian. Pemkot Probolinggo mendorong perkembangan UMKM, ekonomi kreatif, investasi dan pariwisata dengan memanfaatkan posisi strategis kota sebagai penyangga Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Bromo-Tengger-Semeru.

Salah satu kegiatan yang disebut memberikan dampak ekonomi adalah Semipro 2026. Event tersebut diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi lebih dari Rp3 miliar dan memberikan ruang bagi pelaku UMKM serta sektor ekonomi kreatif untuk berkembang.

Namun, pertumbuhan ekonomi tetap diimbangi dengan upaya menjaga daya beli masyarakat. Pengendalian inflasi dilakukan melalui penguatan ketahanan pangan dan kerja sama antardaerah.

Upaya tersebut membawa Kota Probolinggo meraih peringkat ketiga nasional dalam kategori pengendalian inflasi terbaik tahun 2026 sekaligus mendapatkan dukungan pemerintah pusat senilai Rp1 miliar.

Dalam tata kelola pemerintahan, inovasi juga terus dikembangkan. Salah satunya melalui kartu ATM co-branding Amanah Non-Kemiskinan hasil kerja sama Pemkot Probolinggo dengan Bank Jatim.

Inovasi tersebut ditujukan untuk mendukung penyaluran honorarium dan dukungan kegiatan bagi RT, RW, kader posyandu serta lembaga kemasyarakatan secara lebih tepat sasaran, transparan dan akuntabel.

Agenda “Bersolek” juga menyentuh persoalan lingkungan. Pemerintah memperkuat Gerakan GotKu Resik, Kelurahan Bersolek, pengelolaan sampah dari rumah, bank sampah serta program satu RW satu kendaraan sampah.

Gerakan kebersihan tersebut diperluas melalui korve serentak di 200 RW dan lima pasar, ditambah penanaman 1.000 bibit pohon.

Untuk menangani sampah dalam skala lebih besar, Pemkot Probolinggo juga menyiapkan kerja sama pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) di TPA Bestari dengan kapasitas minimal 70 ton per hari.

“Mari kita jadikan kebersihan, penghijauan, dan pengelolaan sampah sebagai bagian dari budaya sehari-hari, sehingga Kota Probolinggo semakin sehat, nyaman, dan berketahanan iklim,” tutur Aminuddin.

BACA JUGA :  Gubernur Jawa Timur Resmikan PLTS 9,8 MWp. PT TIWI KIMIA

Pada sektor pangan, pemerintah menjalankan Gerakan Pangan Murah, operasi pasar dan pasar murah yang menyasar 29 kelurahan. Gelar produk UMKM juga dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan sekaligus stabilitas harga pangan.

Aminuddin menyebut berbagai program dan capaian tersebut tidak mungkin terwujud tanpa keterlibatan banyak pihak. Kondisi keamanan dan ketertiban Kota Probolinggo yang tetap aman dan kondusif, menurutnya, juga merupakan hasil kerja bersama.

Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta seluruh warga yang ikut menjaga stabilitas dan ketenteraman kota.

Sejumlah penghargaan turut menjadi catatan perjalanan pemerintahan pada periode tersebut. Di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut, predikat AA atau “Sangat Memuaskan” dalam pengawasan kearsipan, penghargaan pengendalian inflasi dan UHC Award.

Meski demikian, Aminuddin menegaskan bahwa sederet penghargaan tersebut bukan tujuan akhir pemerintahan.

“Setiap capaian harus menjadi penyemangat untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memastikan setiap kebijakan serta pembangunan benar-benar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Kota Probolinggo,” tegasnya.

Ia berharap peringatan Hari Jadi ke-667 dapat memperkuat persatuan dan sinergi seluruh elemen masyarakat. Pembangunan, menurutnya, harus terus dilanjutkan dengan mengedepankan kolaborasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

“Semoga momentum ini menjadi media sinergi yang baik untuk mewujudkan Kota Probolinggo yang aman, tenteram, damai, dan sejahtera,” pungkasnya.

Apel peringatan hari jadi tersebut juga diisi sejumlah agenda penghargaan dan apresiasi. Pemerintah Kota Probolinggo memberikan tali asih kepada sejumlah PNS yang memasuki masa purna tugas serta mitra deradikalisasi.

Selain itu, penghargaan diberikan kepada para pemenang Lomba Arsip Foto Kuno yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Raka Rizal Amin meraih juara pertama melalui karya berjudul *“Asia”*. Posisi kedua ditempati Roni Ranggas Adi Putra dengan karya *“Pemilih Kepala Desa Sumber Wetan Tahun 1989”*, sedangkan juara ketiga diraih H. A. Siddiq melalui karya *“Kapten Saroe”*.

Untuk kategori juara harapan, H. Kusnan meraih posisi pertama melalui karya *“Lifestyle Pemuda Tahun 1972”*. *Juara harapan kedua diraih Indek Agustin dengan karya* *“Anggota Kodim 0820 di Tanjung Tembaga Menuju Pulau Ketapang untuk Pengawasan Pemilu Tahun 1977”*. Sementara juara harapan ketiga diraih Susi Irawati melalui karya *“Kembang Lamaran Tahun 1982”*.

Rangkaian tersebut menjadi penutup apel Hari Jadi ke-667 sekaligus pengingat bahwa perjalanan panjang Kota Probolinggo dibangun melalui kontribusi lintas generasi. Pemerintah berharap semangat tersebut terus menjadi energi untuk membawa Probolinggo menuju kota yang berdaulat, adil dan makmur.