Daerah

2.705 Penari Pecahkan Rekor MURI, Batik in Motion 2026 Jadi Kado HUT ke-667 Kota Probolinggo

×

2.705 Penari Pecahkan Rekor MURI, Batik in Motion 2026 Jadi Kado HUT ke-667 Kota Probolinggo

Sebarkan artikel ini
Penerimaan Piagam Rekor Muri yang diterima oleh Ketua Dekranas Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin dengan disaksikan Oleh Walikota Probolinggo dr. Aminuddin serta Wakil Walikota Probolinggo Ina Dwi Lestari (Foto : Suyitno)

Probolinggo,Sekilasmedia.com-Sejarah baru tercipta di Kota Probolinggo. Sebanyak 2.705 penari membawakan tarian kreasi batik secara serentak dan resmi mencatatkan diri di Museum Rekor Dunia Indonesia, Jum’at Sore (04/8/2026).

Penampilan massal itu menjadi puncak perhelatan _Batik in Motion 2026_, rangkaian Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo. Rekor yang dipecahkan adalah “Penari Tari Kreasi Batik Terbanyak”.

Prosesi penyerahan piagam MURI berlangsung di panggung utama. Piagam diserahkan langsung kepada Dewan Perajin Nasional Kota Probolinggo dr. Evariani, dan diterima didampingi Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, serta Ibu Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari

Tim juri MURI menghitung satu per satu peserta sebelum menetapkan rekor. Dari data panitia, 2.705 penari itu berasal dari jenjang SD, SMP, SMA, komunitas seni, hingga masyarakat umum se-Kota Probolinggo.

BACA JUGA :  Wali Kota Kediri Hadir Tasyakuran HUT Ke-18 Brigif 16 Wira Yudha

“Ini rekor yang luar biasa. 2.705 orang menari bersama dengan kostum batik. Semangat kolaborasinya patut diapresiasi,” ujar perwakilan MURI.

Tepuk tangan bergemuruh saat pengumuman rekor dibacakan. Warga yang memadati lokasi langsung mengabadikan momen tersebut.

Berbeda dari pawai biasa, Batik in Motion 2026 dikemas dalam bentuk pertunjukan tari massal. Para penari mengenakan busana batik dengan motif khas Probolinggo dan membawakan koreografi yang memadukan gerak tradisional dengan sentuhan kontemporer.

Wali Kota Aminuddin menyebut rekor ini bukan sekadar angka.
“2.705 penari ini simbol bahwa masyarakat Probolinggo cinta budaya. Batik tidak hanya dipakai, tapi juga ditarikan dan dihidupi,” katanya.

Ia hadir bersama jajaran Pemkot, unsur Forkopimda, kepala daerah se-Jawa Timur, pelaku UMKM, perajin, dan desainer.

Pemerintah Kota menegaskan, penguatan budaya harus sejalan dengan penguatan ekonomi. Lewat Batik in Motion, UMKM batik, perajin, dan desainer lokal diberi ruang promosi di area acara.

BACA JUGA :  25 Tahun Mengabdi, Alumni AKABRI 96 Buka Peluang Kerja melalui Pelatihan UMKM dengan Market Place Digital

“Kalau batik laku, maka perajin jalan, UMKM hidup, pariwisata bergerak. Itu yang kita dorong,” tegas Aminuddin.

Kepala daerah dari berbagai daerah di Jatim yang hadir menilai kegiatan ini bisa menjadi model bagaimana melestarikan budaya sekaligus menggerakkannya sebagai sektor ekonomi.

Panitia berharap 2.705 penari ini baru awal. Batik in Motion ditargetkan menjadi agenda tahunan dengan jumlah peserta yang terus bertambah.

“Rekor hari ini untuk Probolinggo. Tahun depan kita tantang diri sendiri untuk memecahkannya lagi,” kata Ketua Panitia.

Dengan rekor MURI sebagai penutup malam, _Batik in Motion 2026_ resmi menjadi kado terbesar HUT ke-667 Kota Probolinggo.

Probolinggo kini punya catatan baru: bukan hanya kota sejarah, tapi juga kota yang mampu menggerakkan 2.705 orang untuk menari bersama demi budaya.