Daerah

Kemarau Melanda, Pemkab Gresik Gandeng PMI hingga Parpol Salurkan Air Bersih

×

Kemarau Melanda, Pemkab Gresik Gandeng PMI hingga Parpol Salurkan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dampingi Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo memotong tumpeng HUT PMI ke-81 di lapangan Pusdiklat PMI. (Foto: Diskominfo Pemkab Gresik)

Gresik,Sekilasmedia.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperkuat kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI), BPBD, Baznas, partai politik, dan berbagai unsur masyarakat untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, terutama kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah.

Hal itu disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menghadiri peringatan HUT ke-81 PMI di Lapangan Pusdiklat PMI, Kamis (17/9/2026).

Bupati Yani mengatakan, Pemkab Gresik terus memantau laporan masyarakat terkait wilayah yang mengalami kekeringan. Masyarakat dapat menyampaikan informasi melalui kanal pengaduan pemerintah, di antaranya Gresik AKAS 112 dan WhatsApp Lapor Gus.

“ Beberapa titik sudah memberikan informasi melalui Gresik AKAS 112 maupun Lapor Gus. Salah satunya kemarin di Kecamatan Balongpanggang,” tutur Bupati Yani.

Menurutnya, kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah telah diantisipasi melalui kolaborasi lintas lembaga. Distribusi air bersih melibatkan BPBD, PMI, Baznas, serta berbagai unsur masyarakat.

BACA JUGA :  Golkar Bondowoso Hadirkan Rumah Aspirasi, Jembatan Baru antara Rakyat dan Kebijakan Publik

Sejumlah partai politik melalui jajaran di tingkat daerah juga turut membantu penyaluran air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.

“ Insyaallah kami sudah mempersiapkan kebutuhan air bersih. Ada BPBD, PMI, Baznas, dan teman-teman dari berbagai partai politik yang juga memberikan bantuan air bersih di wilayah Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Bupati menyebut Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang menjadi wilayah yang saat ini membutuhkan perhatian dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Sementara sejumlah wilayah lainnya mulai terbantu dengan tersedianya layanan air perpipaan.

Dari sisi anggaran, Bupati Yani memastikan dukungan penanganan kebutuhan air bersih masih tersedia. Pemkab Gresik juga telah menambah alokasi anggaran melalui perubahan APBD untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

“ Alhamdulillah anggaran masih cukup. Di P-APBD kemarin juga ada tambahan untuk kebutuhan air bersih di musim kemarau ini,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kejar Herd Immunity, Polres Madiun Kota Bersama Forkopimda Gelar Vaksinasi Usai Sholat Tarawih

Sementara itu, Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo menekankan pentingnya kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Ia meminta PMI kabupaten dan kota memastikan personel maupun posko selalu dalam kondisi siap, sekaligus memperkuat koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait.

“ Kesiapan relawan harus lebih baik dan lebih handal. Kalau terjadi pengungsian, yang paling utama adalah membantu dapur umum, kemudian evakuasi dan kebutuhan lainnya,” ujar Imam.

Imam juga mengingatkan masyarakat dan relawan agar mengikuti informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait perkembangan cuaca serta potensi bencana.

“ Kesiapan relawan dan kesiapan anggota kita harus selalu siap. Kita bersama-sama dengan instansi terkait dan BPBD akan bisa bergerak bersama-sama,” pungkasnya.

Penulis: RudiEditor: Erik