Daerah

Menenun Masa Depan Bagaimana Bantuan Alat PLN Dan Strategi Pasar Inovatif Selamatkan Ekonomi Perajin

×

Menenun Masa Depan Bagaimana Bantuan Alat PLN Dan Strategi Pasar Inovatif Selamatkan Ekonomi Perajin

Sebarkan artikel ini
Menenun Masa Depan Bagaimana Bantuan Alat PLN dan Strategi Pasar Inovatif Selamatkan Ekonomi Perajin ( foto/sekilasmedia.Com)

BANYUASIN, Sekilasmedia.com-Upaya pelestarian budaya sekaligus peningkatan ekonomi kreatif di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kini mendapat angin segar melalui kolaborasi strategis antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan PT PLN. Fokus utama dari sinergi ini adalah memberdayakan para perajin kain songket khas Banyuasin melalui dua pendekatan kunci: modernisasi alat produksi dan inovasi saluran pemasaran.

Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, menginisiasi strategi pemasaran yang tidak konvensional namun dinilai sangat potensial. Ia mengusulkan agar produk kain songket dititipkan dan dipajang di toko-toko penjual pempek, khususnya di lokasi-lokasi yang menjadi destinasi wisata kuliner utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Netta menilai, tingginya arus kunjungan masyarakat ke Palembang untuk membeli kuliner ikonik seperti pempek dan kopi Pagar Alam menciptakan peluang emas. Dengan menempatkan songket di titik-titik strategis tersebut, produk warisan leluhur ini dapat menjangkau pasar yang lebih luas tanpa perlu menunggu pembeli datang khusus ke sentra tenun.

BACA JUGA :  Halaqah Nasional PDNU di Jombang, BPJS Kesehatan Dorong Penguatan Sinergi dengan NU

“Untuk meningkatkan semangat para perajin agar hasil produksinya lebih laku, saya kira tidak ada salahnya menitipkan produksi kain songket di toko-toko yang menjual pempek,” ujar Netta.

Langkah ini bukan sekadar upaya meningkatkan volume penjualan, tetapi juga bentuk motivasi nyata bagi perajin untuk mempertahankan keterampilan menenun. Pemda berkomitmen membuka akses pemasaran melalui kolaborasi dengan sejumlah toko ternama yang telah memiliki basis pelanggan kuat.

Di sisi hulu produksi, geliat usaha perajin juga didongkrak secara signifikan oleh bantuan dari PT PLN. Bantuan berupa peralatan menenun modern dan bahan baku benang diberikan kepada kelompok perajin, termasuk Kelompok Pengrajin Kain Songket Jaya Bersama.

BACA JUGA :  Peringati Maulid Nabi 1448 H, Polres Mojokerto Perkuat Spiritualitas dan Keteladanan Rasulullah

Kartika, Ketua Kelompok Pengrajin Kain Songket Jaya Bersama, menyatakan bahwa bantuan ini menjadi titik balik bagi nasib ekonomi anggota kelompoknya. Sebelumnya, mereka hanya berstatus sebagai tenaga upahan yang mengerjakan pesanan pemilik usaha. Kini, dengan kepemilikan alat dan modal bahan baku, mereka dapat memproduksi kain songket secara mandiri.

“Dengan bantuan peralatan dan benang dari PLN, saya berharap geliat usaha kain songket tumbuh kembali sehingga bisa meningkatkan ekonomi keluarga. Kami kini bisa menentukan harga jual yang lebih baik karena tidak lagi bergantung sepenuhnya pada tengkulak,” ungkap Kartika.

Kombinasi antara dukungan fasilitas produksi dari sektor swasta (PLN) dan terobosan strategi pemasaran dari pemerintah daerah diharapkan menjadi model berkelanjutan. Sinergi ini tidak hanya melestarikan warisan budaya Sumatera Selatan, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat Banyuasin. ( lin)