Daerah

Sigap Koridor, Terobosan DPUBM Kabupaten Malang Bangun Konektivitas Jalan Sepanjang 4.817 Kilometer

×

Sigap Koridor, Terobosan DPUBM Kabupaten Malang Bangun Konektivitas Jalan Sepanjang 4.817 Kilometer

Sebarkan artikel ini
Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma (foto Basuki).

Malang, sekilasmedia.com – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang meluncurkan program Sigap Koridor sebagai strategi baru untuk memperkuat konektivitas wilayah melalui integrasi pembangunan jalan kabupaten dan jalan desa. Program ini menyasar jaringan jalan sepanjang hampir 4.817 kilometer yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.

Sigap Koridor merupakan akronim dari Strategi Sinergitas Penyelenggaraan Jalan Kabupaten-Desa Berbasis Koridor Infrastruktur Terpadu. Program tersebut dirancang untuk menyatukan perencanaan, pembangunan, pemeliharaan, hingga pengembangan jaringan jalan agar lebih terarah dan saling terhubung.

Langkah ini dinilai strategis mengingat luasnya wilayah Kabupaten Malang dengan jaringan jalan yang tersebar hingga pelosok desa. Konektivitas yang baik tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga menentukan kelancaran distribusi barang dan jasa, akses terhadap pelayanan publik, serta pergerakan hasil pertanian dan potensi wisata.

Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, S.T., M.T., yang akrab disapa Oong, mengatakan bahwa Sigap Koridor lahir dari kebutuhan untuk membangun konektivitas wilayah secara lebih terintegrasi.

Menurutnya, pembangunan jalan tidak seharusnya hanya berorientasi pada penanganan ruas demi ruas secara terpisah. Setiap ruas jalan memiliki keterkaitan dengan jaringan lainnya dan kawasan yang dilayani sehingga penanganannya perlu direncanakan sebagai satu kesatuan.

BACA JUGA :  KPK Didesak Usut PJ Sekda Binjai, AMPH Siap Aksi Besar-Besaran

“Sigap Koridor ini menjadi upaya untuk membangun sinergi penyelenggaraan jalan kabupaten dan jalan desa dalam satu koridor infrastruktur yang terpadu,” kata Oong, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan hasil pemetaan kondisi jaringan jalan tahun 2025, panjang jalan berstatus jalan kabupaten di Kabupaten Malang mencapai 1.641,62 kilometer. Sementara itu, jaringan jalan desa diperkirakan mencapai 3.175,484 kilometer.

Dengan total panjang sekitar 4.817 kilometer, tantangan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Malang tidak bisa hanya bertumpu pada jaringan jalan kabupaten. Jalan desa juga memegang peranan penting karena menjadi akses langsung masyarakat menuju pusat pelayanan, kawasan ekonomi, sentra produksi pertanian, destinasi wisata, hingga jaringan jalan kabupaten.

“Total hampir 4.817 kilometer. Itu menunjukkan bahwa pembangunan konektivitas Kabupaten Malang tidak bisa hanya mengandalkan jaringan jalan kabupaten. Jaringan jalan desa juga memiliki peran strategis karena menjadi penghubung langsung masyarakat menuju pusat pelayanan, kawasan ekonomi, sentra produksi pertanian, kawasan wisata hingga jaringan jalan kabupaten,” jelas Khairul.

BACA JUGA :  Bersamaan Dengan Puncak Peringatan HUT ke 12, RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Resmikan Poli paru, poli TB-SO dan poli TB- RO

Karena itu, sinkronisasi pembangunan jalan kabupaten dan jalan desa menjadi salah satu kunci agar pembangunan infrastruktur tidak berjalan sendiri-sendiri. Melalui pendekatan berbasis koridor, penentuan prioritas diharapkan lebih mempertimbangkan keterhubungan antarruas serta manfaatnya bagi masyarakat.

Melalui Sigap Koridor, keberhasilan pembangunan jalan diharapkan tidak lagi semata-mata diukur dari jumlah kilometer yang dibangun atau diperbaiki. Lebih dari itu, pembangunan perlu dilihat dari sejauh mana infrastruktur mampu membuka akses antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Pendekatan ini juga menjadi upaya menjawab tantangan luasnya jaringan jalan yang harus ditangani di tengah keterbatasan anggaran. Dengan perencanaan yang lebih terpadu, penanganan jalan diharapkan dapat diarahkan pada ruas-ruas yang memiliki keterkaitan dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Program Sigap Koridor diharapkan menjadi salah satu langkah strategis DPUBM Kabupaten Malang dalam mewujudkan jaringan jalan yang mantap, terhubung, dan merata. Pada akhirnya, konektivitas yang semakin baik diharapkan mampu memperkuat akses masyarakat terhadap layanan publik sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.

Penulis: Basuki