Daerah

Tingkatkan Minat Baca Anak, Walikota Blitar Buka Kafe Literasi

×

Tingkatkan Minat Baca Anak, Walikota Blitar Buka Kafe Literasi

Sebarkan artikel ini

 

Blitar, Sekilasmedia.com – Walikota Blitar Santoso berharap dengan dilahirkannya konsep minat baca anak-anak sekolah melalui ‘Kangen Fokus Ngomongne Literasi’ (Kafe Literasi) oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Pemkot Blitar, tingkat minat baca anak sekolah meninggi.

Seusai membuka kegiatan Kafe Literasi di Balaikota Koesoemo Wicitra, Rabu (21/4/2021), Santoso menjelaskan jika di era industrialisasi 4.0 kini, peran dinas terkait hingga perpustakaan di setiap sekolah harus berbenah untuk menumbuh kembangkan minat baca siswa siswi.

Hal ikhwal literasi itu, menurutnya menjadi penting demi memenuhi kemudahan akses baca masyarakat maupun pelajar agar semakin baik. Pada akhirnya, output pemerintah daerah untuk persoalan ini adalah pertama meninggikan prosentase minat baca dan memberikan pengetahuan yang lebih besar dari hasil akses literasi.

BACA JUGA :  Pemkot Probolinggo dan BPS Perkuat Sinergi, Sensus Ekonomi 2026 Ditargetkan Hasilkan Data Akurat untuk Pembangunan

“Artinya bagaimana kita membangun kemampuan literasi atau kemampuan baca anak-anak sekolah itu melalui perpustakaan. Sehingga, inovasi menciptakan perpustakaan yang diminati anak-anak sekolah di era industri 4.0. Jadi jangan sampai tradisional perpustakaan itu,” tutur Santoso.

Penciptaan perpustakaan yang menarik, menurut Santoso kuncinya pada manajemen pengelolaan perpustakaan berbasis digital serta mengandung unsur kekinian. Sehingga, tujuan dari membangun siswa siswi tertarik berkunjung ke perpustakaan untuk berliterasi bisa tercapai.

BACA JUGA :  WABUP JALIN KEDEKATAN DENGAN SELURUH MASYARAKAT.

Baik dari sisi referensi buku-bukunya, termasuk dimanage sedemikian rupa sehingga anak-anak kita daya bacanya tinggi. Karena, mereka berlama-lama di perpustakaan. Hasil lembaga internasional Fisa, daya literasi anak-anak kita itu rendah karena perpusnya kurang menarik, referensi bukunya kurang, sehingga ini berpengaruh pada daya literasi. Oleh karena itulah ini menjadi tanggung jawab kita bersama bagaimana daya baca anak-anak kita tinggi,” ulasnya. (Hms/ddg)