Daerah

Walikota Buka Peringatan HKSN Kota Mojokerto.

×

Walikota Buka Peringatan HKSN Kota Mojokerto.

Sebarkan artikel ini

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tahun 2018, Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Sosial menggelar resepsi HKSN yang ber tema “Menuju Indonesia Sejahtera Menjaga Kebhinekaan Indonesia”, Kamis (13/12) di Astoria Convention Hall, Jalan Empu Nala 347, Kota Mojokerto.

Acara dibuka Wali kota Mojokerto, Ika Puspitasari, dan dihadiri Wakil Wali kota Mojokerto, Acmad Rizal Zakaria, Sekdakot Mojokerto, Harlistyati serta Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto.

Resepsi HKSN diikuti oleh 150 orang yang terdiri dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia), Taruna Siaga Bencana (Tagana), pendamping PKH, serta surveyor data dan fasilitator Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT), persatuan penyandang disabilitas, serta pengurus e-warong.

Kepala Dinas Sosial, Sri Mudjiwati menyampaikan resepsi HKSN digelar dengan maksud dan tujuan untuk mewujudkan tata kehidupan dan penghidupan masyarakat yang dilandasi rasa kesetiakawanan  sosial  serta untuk menciptakan kondisi sosial yang menjamin kestiakawanan sosial  yang mampu menjadi pilar dasar dalam mewujudkan Indonesia sejahtera.

Selain menggelar resepsi HKSN, Dinas Sosial juga mengadakan bakti sosial. “Kegiatan One Day One Care bakti sosial donor darah bekerjasama dengan PMI Kota Mojokerto pada 5 Desember di aula Dinsos yang akan diikuti 125 pendonor,” kata Mudji, panggilan akrab Sri Mudjiwati

BACA JUGA :  Rakor Penyelenggaraan Forum Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Kabupaten Mojokerto 2021

Mudji berharap melalui peringatan HKSN dapat  menjadi alat pengungkit untuk menggerakkan kembali nilai-nilai kesetiakawanan sosial yang ada di masyarakat dan sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat menuju Kota Mojokerto yang mandiri dan sejahtera.

Sementara itu, Wali kota Mojokerto yang akrab dipanggil Ning Ita menyampaikan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional merupakan program pemerintah yang telah dirancang sejak 50 tahun yang lalu dan diperingati secara nasional setiap tahun untuk menggugah semangat masyarakat akan pentingnya solidaritas antar seluruh komponen masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial.

“Kesetiakawanan sosial adalah nilai, sikap dan perilaku masyarakat yang dilandasi pengertian, kesadaran, tanggung jawab dan partisipasi sosial untuk mengatasi dan menanggulangi permasalahan sosial sesuai dengan kemampuan masing-masing dengan semangat kebersamaan, kegotong royongan dan kerelaan berkorban tanpa pamrih demi nilai-nilai kebersamaan,” kata Ning Ita.

Sesuai dengan tema “Menuju Indonesia Sejahtera Menjaga Kebhinekaan Indonesia”, lanjut Ning Ita, peringatan HKSN tahun 2018 dimaksudkan agar menjadi perekat keberagaman serta bertujuan untuk menggugah perasaan empati terhadap sesama dan bekerja melalui aksi nyata untuk mewujudkan kesejahteraan sosial.

Melalui kesempatan ini Ning Ita juga berharap agar masyarakat ikut bekerjasama dalam pembangunan nasional berkelanjutan atau SDG (Social Development Goal) dengan memperhatikan aspek pembangunan ekonomi, sosial budaya dan lingkungan hidup yang berimbang sebagai pilar-pilar yang saling memperkuat satu sama lain guna mewujudkan Indonesia yang sejahtera.

BACA JUGA :  Pangdam V/Brw Tinjau TMMD Ke - 111 Kab. Jombang di Dampingi Danrem 082/CPYJ

Lebih lanjut Ning Ita menyoroti tentang kehidupan yang cenderung individual tinggi,. “Penting kita renungkan bersama, masih adakah rasa kesetiakawanan sosial di antara kita, rasa kepedulian, rasa empati terhadap sesama. Pertanyaan-pertanyaan semacam ini sering  muncul dalam benak saya karena dalam dunia yang makin modern dan mengglobal seperti sekarang ini seolah-olah hubungan antar manusia hanya dilandasi oleh kepentingan fungsional dan kepentingan pribadi semata,”lanjutnya.

Berdasar verifikasi Dinas Sosial Kota Mojokerto tahun 2017 jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) sebanyak  9.775 jiwa, dan keluarga  miskin sejumlah 6.485 KK itu.

Menurut Ning Ita permasalahan sosial di Kota Mojokerto menjadi PR dan tanggung jawab pemerintah sekaligus seluruh masyarakat dan komponen yang ada di kota ini untuk bersama-sama bergandengan tangan bersinergi menyelesaikan berbagai permasalahan sosial yang terjadi.

Mengakhiri pengarahannya Ning Ita mengajak seluruh lapisan masyarakat baik yang ada di pemerintahan, organisasi swasta maupun masyarakat sipil untuk  merapatkan barisan, memperkuat kesetiakawanan sosial guna memajukan kesejahteraan masyarakat sebagaimana yang dicanangkan para pendahulu.

Dalam kesempatan ini Ning Ita bersama Wawali Cak Rizal juga menyerahkan piagam penghargaan graduasi mandiri dan doorprize bagi undangan yang beruntung. (wo)