
Sumenep, sekilasmedia.com – Gelaran Pesta demokrasi Pilkades Serentak 2021 di Kabupaten Sumenep yang dijadwalkan pada tanggal 8 Juli 2021 bersamaan dengan melonjaknya kasus COVID-19 sebagai momok bagi seluruh masyarakat dunia khususnya di kabupaten Sumenep.
Sahnan, direktur LSM Forum Cinta Keadilan menyebut gelaran Pilkades yang akan digelar di 86 desa di 20 kecamatan daratan dan kepulauan di Kabupaten Sumenep sangat berpotensi mengundang orang berkerumun dan menimbulkan cluster baru covid-19.
Menurutnya, kasus yang tinggi dan dengan varian baru ini tentunya merupakan suatu pembelajaran yang cukup buat kita semua bahwa dari tingkat kepatuhan masyarakat terhadap kedisiplinan protokol kesehatan saat ini mulai berkurang.
Untuk itu, kami menyarankan karena tingkat kepatuhan dan disiplin masyarakat yang kurang atau minimnya kepatuhan akan prokes, sehingga kami khawatirkan ini akan terjadi lonjakan yang luar biasa, maka kami berharap untuk pilkades ini ditunda untuk beberapa pekan.
“Jangan sampai kita paksakan pelaksanaan Pilkades berlanjut, karena sangat rawan sekali adanya penularan, terlebih adanya mutasi covid-19 varian baru,” ucapnya.
Sementara peta sebaran Covid 19 Jawa Timur pertanggal 27 Juni 2021 bahwa Kabupaten Sumenep merupakan tertinggi kedua setelah Kabupaten Bangkalan.
(**)






