Daerah

UN 2019, Akan Dimajukan Satu Bulan

×

UN 2019, Akan Dimajukan Satu Bulan

Sebarkan artikel ini

Denpasar Bali,Sekilasmedia.com-
Menindaklanjuti Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional (UN) 2019, yang diterbitkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tahun 2019, akan dimajukan pada bulan Maret, atau sebulan lebih maju dari tahun sebelumnya. Dan sejumlah persiapan pun sudah dilakukan, guna mendukung kebijakan baru tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani, membenarkan, jika POS UN 2019 sudah diterbitkan oleh BSNP.

” Waktu pelaksanaan UN 2019 sedikit bergeser ke depan, dibandingkan pada 2018. UN pada 2018 dimulai pada April, sedangkan UN pada 2019 dimulai pada Maret, ” terang Wardhani, Sabtu (29/12).

Ia menjelaskan, untuk jadwal UN 2019, pertama kali akan dilaksanakan di jenjang SMK/MAK dan sederajat, yakni pada 25-28 Maret. Selanjutnya, diikuti UN SMA/MA, pada 1,2, 4, dan 8 April. Sedangkan UN Program Paket C/Ulya, akan dilaksanakan pada 12-16 April, dilanjutkan UN SMP/MTs pada 22-25 April. Bahkan pemerintah juga bakal mengagendakan UN Program Paket B/Wustha, yang jatuh pada tanggal 10-13 Mei.

BACA JUGA :  Kota Probolinggo Gelar Pramuskowil IV Apeksi ke-12 Tahun 2020

Selain itu, Wardhani mengatakan, jika UN 2019, di jenjang SMK dan SMA di seluruh Bali, akan diberlakukan dengan 100%, ujian berbasis komputer atau juga disebut, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

” Untuk jenjang SMA/MA dan  SMK ditargetkan 100% UNBK, ” imbuhnya.

Tikait POS UN yang telah diterbitkan oleh BSNP, adalah ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis, dimana pelaksanaan UN dan USBN 2019. Yang secara umum, kebijakan USBN dan UN 2019 tidak jauh berbeda dengan kebijakan 2018.

BACA JUGA :  H Machfud terpilih sebagai ketua Asosiasi PSSI Sidoarjo

” Perbedaannya ada pada proyeksi jumlah peserta dan jadwal ujian, ” jelasnya.

Sementara, mengenai soal USBN, Wardhani menjelaskan, untuk materi soal ada pilihan ganda (PG) yakni, sebanyak 90% dan soal uraian 10%. Namun, ada materi soal yang langsung dari pusat sebanyak 20-25%, yang sisanya, 75-80% soal USBN disusun masing-masing guru di satuan pendidikan, yang dikonsolidasikan oleh MGMP/KKG/Forum Tutor/Pokja pondok pesantren salafiyah.

Sedangkan untuk soal UN 100% disiapkan oleh Pusat. Semua soal dalam bentuk pilihan ganda, kecuali soal Matematika di jenjang SMA/MA, SMK/MAK, dan Paket C/Ulya, yang keseluruhan terdiri atas pilihan ganda dan isian singkat.

” Selain soal tersebut, juga soal yang  berorientasi pada penalaran tingkat tinggi (HOTS), yang masih diterapkan dalam UN 2019, ” pungkasnya.