
Denpasar,Sekilasmedia.com Mengawali kunjungan kerja di Pulau Bali, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana meninjau sejumlah insfrastruktur akses pendukung yang akan dikunjungi oleh para pimpinan delegasi KTT G-20 pada 2020 mendatang.
Peninjauan diawali dari ruas Jalan Tol Bali Mandara. Bahkan tol yang menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa dan Nusa Dua ini akan dipercantik dengan menamkan bunga mangrove beserta pengecatan ulang yang rencananya pada Januari 2022 dimulai. Mengingat akses ini nantinya akan dilintasi para pemimpin G-20 saat Bali menjadi tuan rumah KTT G-20.
Selanjutnya, Presiden Jokowi melanjutkan peninjauannya ke Nusa Dua Convention Centre. Dimana tempat ini merupakan salah satu kandidat diselenggaranya KTT G-20. Adapun koridor akses, pendestrian dan lanskap Bandara Ngurah Rai -Nusa Dua hingga vinue KTT G-20, meliputi bundaran Ngurah Rai, underpass Ngurah Rai pintu masuk tol Bali Mandara dan mediam serta exit tol, lalu akses jalan dan jembatan menuju lokasi KTT.
Kemudian, Presiden Jokowi bergeser meninjau kawasan Mangrove Concervations Forest Tahura Ngurah Rai di Desa Pamogan, Kecamatan Denpasar Selatan. Pada kesempatan itu Jokowi menyampaikan, bila hutan mangrove yang disiapkan ini menjadi bukti, bahwa Indonesia memiliki komitmen yang kuat dalam penanganan perubahan iklim.
“Ini bukti, akan menunjukan nantinya keseriusan kita merehabilitasi hutan mangrove, merestorasi hutan gabut dan lahan lahan kritis di negara kita,” ungkap Jokowi, Jumat (3/12/2021).
Selanjutnya Presiden dan rombongan bergerak menuju Three Mountan Bamboo Pavilion kura kura Bali, di Denpasar Selatan, untuk meluncurkan Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali.
Mengakhiri kunjungannya, Presiden direncanakan akan memberikan sambutan pada Rapat Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 2021 di Nusa Dua. Yang mana sore hari ini, Presiden dan Ibu Negara Iriana dijadwalkan lepas landas kembali ke Jakarta melalui Bandara Internasional Ngurah Rai, Badung.
Turut mendampingi, Presiden dan Ibu Negara dalam kunjungan kerjanya di Bali, Menteri Sekretaris Naegara, Pratikno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, Sekretaris Meliter Presiden, Marsda TNI. M. Harjono, Komandan Paspampres Mayjen Tri Budi Utomo, Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Skretariat Presiden, Bey Machmudin. sony.





