Peristiwa

Banjir Bandang Porak Porandakan Kawasan Nusa Penida

×

Banjir Bandang Porak Porandakan Kawasan Nusa Penida

Sebarkan artikel ini
Kondisi terkini, beberapa wilayah di Nusa Penida, Klungkung hancur pasca terjangan banjir bandang yang terjadi Senin pagi. (13/12/2021)

Klungkung, Sekilasmedia.com
Bencana alam banjir bandang memporak porandakan beberapa wilayah di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Senin dini hari (13/12/2021).

Tidak hanya fasilitas umum, Pura dan rumah yang hancur, destinasi wisata pun ikut berantakan. Sejumlah pihak beranggapan penyebab banjir utama karena banyaknya bangunan rumah hampir merata diseluruh Nusa Penida.

Dari pengamatan sekilasmedia.com disalah satu kawasan wisata pantai Crystal Bay Desa Sakti, Nusa Penida, banyak pohon perindang tumbang berjajar di tepi pantai. Mirisnya, tanggul pengaman sepanjang 30 meter juga ikut hancur akibat terjangan banjir.

Kepada wartawan Ketut Astapa, warga setempat mengatakan, banjir ini merupakan yang paling parah sejak tiga puluh tahun silam. Selain menghayutkan puluhan warung, senderan sumber mata air Penida juga ikut ambrol.

BACA JUGA :  Balita Tewas dalam Kecelakaan Maut Antara Motor dan Truk di Pungging, Mojokerto

“Padahal mata air itu, merupakan satu satunya sumber air utama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Nusa Penida,” terangnya.

Sementara bergeser ke Desa Suana, Nusa Penida, hal serupa juga terjadi, di mana amukan banjir bandang mengoyak pemukiman warga serta menjebol dinding penahan Pura. Dikabarkan sekitar ada 7 sepedah motor yang hanyut ke laut, dan mobil ke sungai.

Perbekel/Kepala Desa Suana, Putu Rai Sudarta mengaku tidak menyangka akan terjadi banjir, karena sebelumnya pada Minggu pukul 24.00 Wita hujan sempat mengguyur cukup deras dan lama namun tidak terjadi sesuatu. Banjir baru muncul pasca hujan yang turun dan sebentar Senin pukul 02.00 Wita.

“Kalau dibandingkan dengan hujan yang turun sebelumnya masih lebih deras dan lama dari sekarang,” ungkap Sudarta.

Mendapat info tersebut, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta langsung turun lapangan. Ia menyebut, selain faktor curah hujan yang tinggi, penyebab banjir bandang karena Nusa Penida sudah terjadi perubahan lingkungan yang sangat masif. Hal itu seiring pesatnya perkembangan pariwisata.

BACA JUGA :  Bus Brimob Alami Kecelakaan Tunggal di Tol Pandaan-Malang, Sopir Meninggal Dunia

“Saya minta para pengembang maupun investor untuk menjaga lingkungannya. Sebab lumpur yang terbawa banjir, endapan dari Nusa Penida bagian atas yang selama ini tidak pernah dikeruk,” ujarnya.

Atas musibah itu, Bupati Suwirta  telah menugaskan Dinas PUPR Klungkung, agar menjadi perhatian serius pihak pemerintah daerah. Di mana alur sungai dan akses jalan raya untuk secepatnya dinormalisasi. Bila tidak lekas dibersihkan, maka dikhawatirkan kembali turun hujan dan muncul banjir susulan akan menjadi lebih parah.

“Meski tidak ada koban jiwa, tetapi ini tidak boleh terjadi lagi. Ini peringatan bagi kita semua khususnya masyarakat Nusa Penida untuk bersama sama menjaga kelestarian lingkungan,” tandasnya.

Bupati Suwirta menambahkan, hingga saat ini alat berat telah dikerahkan guna melakukan penanganan. Demikian pula sejumlah armada truck ikut dilibatkan untuk mengangkut material tanah yang menutupi akses jalan. Hanya saja sejauh ini, kendaraan truck masih kesulitan untuk masuk ketitik bencana, karena banyak akses jalan yang tertup oleh material banjir. Sony.