
Denpasar,Sekilasmedia.com
Sebuah rumah dibilangan Jalan SMA 3 Gang VI No 79, Banjar Lebah, Desa Sumerta Kaja, Denpasar Timur, (Dentim) ludes terbakar, Selasa (25/1/2022) pagi pukul 07.30 Wita.
Hingga sore ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikian terkait rumah pojok selatan yang dikontrak Sriyono, (45) itu bisa terbakar
Kapolsek Dentim Kompol Tri Joko Widiyanto menerangkan, saat kejadian pemilik rumah sedang tidak berada di TKP. Pemilik baru mengetahui setelah ada warga yang memberitahu. Rumah semi permanen terbuat dari dinding batako, beratapkan seng yang luasnya kurang lebih satu are itu ludes terbakar.
“Sempat ada dugaan penyebab kebaran itu karena api dari kompor yang menyala. Namun korban mengaku tidak menyalakan kompor,” ujar Kapolsek Dentim.
Sebelumnya berdasarkan keterangan anak korban bernama Amir Kurniawan sempat kedapur untuk menghidupkan rokok dengan menggunakan kompor gas. Kemudian bergegas pergi meninggalkan rumah untuk ke sekolah.
“Dari pengakuan anak korban, dia sempat lupa, mematikan kompor, usai mengidupkan rokok,” terangnya.
Ketika kejadian anak korban yang pertama yakni Muh Adi Setiawan tengah tertidur terus terjaga kerena mendengar suara orang berteriak kebakaran. Warga di TKP bahkan sempat membantu memadamkan api, namun karena api cukup besar membuat warga kesulitan hingga tim Damkar BPBD Kota Denpasar datang untuk membantu memadamkan.
Kobaran api menghanguskan ratakan rumah dan barang barang dengan cepat. Api baru bisa dipadamkan satu jam kemudian setelah Damkar Kota Denpasar mengerahkan 6 unit mobil pemadam.
“Nihil korban jiwa, tetapi dari peristiwa ini, kerugian diperkirakan Rp 150 juta. Dugaan karena kompor gas yang lupa dimatikan,” pungkasnya.
Sementara itu, pemilik rumah dsn lahan Komang Dangin, mengaku kebakaran ini menghanguskan dua blok rumah dengan total 5 kamar.
“Rumahnya dua blok, disekat gang kecil mau ke belakang. Yang terbakar lima kamar termasuk tempat berdagang,” bebernya.
Selain itu semua barang ikut hangus bahkan tidak bisa diselamatkan termasuk surat-surat penting, barang dagangan, dan perabot rumah tangga. Begitu juga dengan sepeda motor Honda Beat yang baru di beli secara kredit satu bulan lalu juga ikut terbakar.
“Sriono itu ngontrak tanah di sini, kalau rumahnya rumah sendiri di bagian bawahnya pakai batako, bagian atas dindingnya anyaman bambu,” tandasnya. SN.






