Daerah

Gubernur Jatim Tinjau Langsung Pengobatan Ternak Sapi Terjangkit PMK Di Desa Kedungpring Balongpanggang

×

Gubernur Jatim Tinjau Langsung Pengobatan Ternak Sapi Terjangkit PMK Di Desa Kedungpring Balongpanggang

Sebarkan artikel ini

Gresik Sekilasmedia.com – Untuk memutus mata rantai penyebaran PMK pada 4 daerah di Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur gerak cepat lakukan pengobatan terhadap hewan ternak khususnya sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku.

Di Kabupaten Gresik yakni di salah satu peternak sapi milik H. Subahri Desa Kedungpring Kecamatan Balongpanggang, Gubernur Jatim meninjau langsung pelaksanaan pengobatan PMK.

Tampak petugas kesehatan ternak dari Dinas Peternakan propinsi Jatim dibantu Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Gresik melakukan penyemprotan desinfektan di kandang tersebut dan penyuntikan obat anti biotik serta penurun panas pada 25 hewan ternak sapi yang terjangkit PMK.

Kepada awakmedia, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Sekda Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, mengungkapkan setelah mendapatkan informasi adanya kejadian yang masuk kategori kejadian luar biasa ( KLB ) dan terkonfirmasi positif penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terjadi di Gresik, Lamongan, Sidoarjo dan Mojokerto.

Atas informasi tersebut, Gubernur Jatim cepat melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait seperti 4 Bupati, seluruh tim dari Dinas Peternakan dan Perindag baik propinsi maupun 4 kabupaten, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, para direktur lengkap, staf ahli, staf Kemenko Perekonomian dan Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Unair.

BACA JUGA :  Perkembangan Kasus Demo Aksi Yang Berujung Kerusuhan di Kota Kediri, Polres Kediri Kota Amankan Dua Pelaku Baru

” Kita mendapatkan informasi cukup komprehensif terkait penanganan supaya penularan dari PMK bisa kita hindarkan lebih luas lagi. Jadi beberapa hal terkait dengan transmisi melalui airbone atau angin. Kalau melalui angin kemana bertiup maka menular kepada ternak tidak kepada manusia. Selain itu, yang memungkinkan transmisi lagi adalah ketika hewan ternak ini bergerak, maka yang di dalam jangan keluar dan yang di luar jangan masuk ini mirip dengan pola penanganan covid 19,” kata Khofifah Indar Parawansa.

Lebih lanjut Gubernur Jatim menekankan perlunya tempat karantina atau isolasi di sini. Dan memerintahkan agar menutup sementara pasar heaean di 4 Kabupaten yang terjangkit PMK.

Di samping itu, juga mengingatkan pentingnya kolaborasi melalui pendekatan lima komponen atau pentahelix approach, seperti pemerintah, masyarakat, media, kampus dan preved sektor. Agar penanganan wabah PMK menjadi perhatian semua pihak.

Disampaikannya juga,” Pada dasarnya populasi yang ada harus mendapatkan imunitas, seperti halnya covid 19. Kasus terakhir di Indonesia dinyatakan bebas PMK tahun 1986. Maka Pusvetma yang ada di jalan A Yani Surabaya, sudah tidak lagi memproduksi vaksin PMK, sehingga harus impor.”

BACA JUGA :  Penyebaran Covid-19 Makin Meningkat, Polresta Mojokerto Gencar melakukan Operasi Yustisi

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menambahkan posisi di Gresik terdapat

7 kecamatan yang diperkirakan terpapar yaitu Kecamatan Balongpanggang, Cerme, Benjeng, Wringinanom, Menganti, Kedamean dan Driyorejo. Terbanyak yang ada di wilayah Kecamatan Wringinanom dan wilayah Balongpanggang.

Sama seperti yang diharapkan Ibu Gubernur, sambung Washil bahwa ada konsep isolasi. Kita harapkan dari peternak, dimana hewan ternaknya yang tertular PMK segera dilakukan proses koordinasi dengan dinas Pertanian dan Peternakan. Dan konsep isolasi coba didetailkan, pertama.

Kedua, terkait pasar hewan sementara akan dilakukan penutupan, karena ini wabah yang harus diantisipasi dengan cepat.

” Isolasi tergantung proses kesembuhan dan sebagainya. Ada 2 ekor hewan ternak yang mati dari 407 ekor yang tertular itu. Sementara ini hewan ternak yang terjangkiti PMK yaitu sapi,” katanya.

Adapun ciri-ciri hewan ternak yang terpapar virus penyakit mulut dan kuku (PMK), beber Sekda Gresik,” Ada air lendir, diare, suhu tinggi, dan kukunya. ini semua sudah terindikasi.”

Hadir Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kepala Dinas Peternakan Jatim Indiyah Aryani, Sekda Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala Dinas Peternakan dan Peternakan Gresik Eko Anindito Putro dan Forkopimca Kecamatan Balongpanggang. (rud)