Daerah

Kecamatan Tiris Berikan Sosialisasi Mitigasi dan Penanganan Bencana

×

Kecamatan Tiris Berikan Sosialisasi Mitigasi dan Penanganan Bencana

Sebarkan artikel ini

Probolinggo,sekilasmedia.com-
Dalam rangka memberikan wawasan terkait penanganan bencana, Pemerintah Kecamatan Tiris memberikan sosialisasi mitigasi dan penanganan bencana di Pendopo Kecamatan Tiris, Rabu (19/10/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh 64 orang peserta terdiri dari unsur Kecamatan Tiris, Polsek Tiris, Koramil Tiris, Satpol PP Unit Kecamatan Tiris, Puskesmas Tiris, Puskesmas Ranugedang, Koordinator Pendidikan, Koordinator PLKB Tiris, perangkat desa, linmas, relawan KSB Tiris Bersatu, relawan Tagana, Pramuka, BPBD Kabupaten Probolinggo serta Banser GP Ansor.

Sosialisasi yang dipimpin oleh Camat Tiris Teguh Prihantoro dan jajaran Forkopimka Tiris ini dihadiri narasumber Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Probolinggo Zaenal Ansori.

Camat Tiris Teguh Prihantoro mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat sinergi para pemangku kepentingan sesuai peran dan fungsinya dalam mengurangi potensi bencana dan menekan risiko jatuh korban.

“Tujuannya untuk konsolidasi dan koordinasi mitigasi, penanganan dan pelaporan kejadian, meningkatkan kesadatan masyarakat mengenai adanya potensi bencana dan pemahanan untuk mengurangi risokonya serta penguatan dukungan pemerintah desa menggunakan Dana Desa terhadap mitigasi dan tanggap darurat bencana serta mengharap dukungan swasta (dana CSR) dalam pengisian logistik lumbung sosial,” katanya.

BACA JUGA :  Istri Wali kota Probolinggo HJ Aminah Zainal Abidin Santuni Anak Yatim

Teguh menerangkan kegiatan ini dilatarbelakangi karena terjadinya cuaca ekstrem di berbagai tempat yang menimbulkan bencana hidrometeorologi dan pematangan rencana apel kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Kegiatan ini dilakukan karena memang perlunya peningkatan dukungan penggunaan Dana Desa untuk pengadaan peralatan sarpras dan sosialisasi kebencanaan berdasarkan Permendes PDTT Nomor 71 Tahun 2021 Tentang Panduan Penanganan Bencana di Desa,” jelasnya.

Menurut Teguh, sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini adanya komitmen penguatan K3S (komunikasi, koordinasi, kolaborasi dan sinergi) kebencanaan, penyusunan peta rawan bencana wilayah Kecamatan Tiris serta optimalisasi peran Satuan Linmas Desa, Pramuka, Banser dan unsur lainnya dalam mendukung penanganan bencana.

“Melalui kegiatan ini harapannya nanti tersedia data dan peta rawan bencana, peserta meneruskan kepada komunitas-komunitas untuk menciptakan masyarakat sadar bencana serta mendapatkan pengetahuan mengenai deteksi dini bencana,” harapnya.

BACA JUGA :  Polresta Sidoarjo Ikuti Doa Bersama Lintas Agama Hari Bhayangkara ke-76

Teguh menambahkan bahwa di Kecamatan Tiris selain terdapat Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebanyak 3 orang, juga ada lembaga bernama KSB (Kampung Siaga Bencana) yang terdiri dari 3 desa (Andungbiru, Andungsari dan Tiris).

“Relawan KSB berjumlah 50 orang, beberapa di antaranya sudah memahami mitigasi, deteksi dini, evakuasi korban, dapur umum/logistik, penyaluran bantuan dan asesmen dampak bencana. Ke depan, keanggotaan KSB dapat diperluas se-Kecamatan Tiris di 16 desa denga memanfaatkan Linmas desa,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut ada usulan agar BPBD atau instansi terkait di Pemkab Probolinggo untuk mengupayakan penanaman rumput vetiver (akar wangi) di lereng-lereng curam sebagai salah satu langkah pencegahan longsor. Pengurangan potensi tanah longsor dengan cara vegetasi dengan biaya relatif lebih murah dibandingkan membangun Tanggul Penahan Tanah (TPT). Suyitno