Daerah

PSHT Rayon Desa Sirnoboyo Ikut Serta Kerja Bhakti Bersama Masyarakat Dusun Paras

×

PSHT Rayon Desa Sirnoboyo Ikut Serta Kerja Bhakti Bersama Masyarakat Dusun Paras

Sebarkan artikel ini

Gresik,sekilasmedia.com – Selain membelajari seni beladiri atau silat, anggota Perguruan Setia Hati Teratai (PSHT) Rayon Desa Sirnoboyo Ranting Benjeng, ternyata juga memiliki jiwa sosial kemasyarakatan dengan ikut serta kerja bhakti bersama warga dusun Paras Desa Sirnoboyo Kecamatan Benjeng pada Minggu (6/11/2022) pagi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Ranting Benjeng Agus Tuerah Wullur, Wakil Ketua Ranting Benjeng Joni Laplata, Ketua Rayon Sirnoboyo Dwi Oktavianto, Hevi Crisvianto, Anggota PSHT Rayon Sirnoboyo sebanyak 50 anggota dan masyarakat Dusun Paras Desa Sirnoboyo.

BACA JUGA :  Peduli Korban Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Satlantas Polres Gresik Kirim Bantuan Sosial

Ketua Ranting Benjeng Agus Tuerah Wullur yang diwakili oleh Ketua Rayon Sirnoboyo Dwi Oktavianto didampingi Hevi Crisvianto mengatakan bahwa kegiatan kerja bhakti yang diadakan oleh warga Dusun Paras Desa Sirnoboyo ini, diikuti oleh 50 anggota PSHT Rayon Desa Sirnoboyo.

Dwi Oktavianto atau akrab disapa Mas Vian pada kesempatan ini menegaskan bahwasannya kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate.

” Warga PSHT harus bisa bermanfaat dalam lingkungan masyarakat “Memayu Hayuning Bawono”. Bergotong royong dan saling membantu dalam kegiatan sosial masyarakat, ” tuturnya.

BACA JUGA :  Dinsos Berikan Tali Asih Bagi Puluhan Veteran

Tampak, anggota PSHT Rayon Desa Sirnoboyo dengan membawa alat untuk kerja bhakti seperti sabit, mesin pemotong rumput dan sapu lidi. Mereka dengan semangat melaksanakannya, meski sambil diiringi canda untuk melepas kepenatan.

Keguyuban dan kerjasama terlihat diantara anggota PSHT Rayon Sirnoboyo dengan warga Dusun Paras begitu kental, saat kerja bhakti.

Ada yang menyabit dengan sabit rumput, ada yang memakai mesin pemotong rumput dan ada pula yang membersihkan potongan rumput debgan sapu lidi kemudian mengumpulkan jadi satu di pinggir jalan poros desa. (rud)