
Mojokerto,Sekilasmedia.com-Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag), terus berupaya untuk mendorong terciptanya pengusaha baru UMKM demi mendukung ekosistem Kota Mojokerto sebagai Kota Pariwisata.
Salah satu upaya yang dilakukan melalui DiskopUKMPerindag yaitu dengan menggelar pelatihan membuat kue kering bagi warga Kota Mojokerto, yang digelar selama 3 hari.
Kuliner ini juga menjadi bidang usaha yang tidak kalah potensial dibandingkan dengan alas kaki. Dari berbagai jenis kuliner, kue kering ini menjadi salah satu yang juga diminati masyarakat,” ungkap Wali kota Ika Puspitasari ketika menutup pelatihan, Kamis (2/3/2023) siang.
Perlu diketahui, sesungguhnya Kota Mojokerto cukup dikenal sebagai sentra alas kaki. Namun belakangan ini, usaha kuliner juga menjadi salah satu jenis usaha yang tumbuh pesat di Kota Mojokerto.
Sejumlah 40 warga Kota Mojokerto yang terdiri dari ibu-ibu turut berpartisipasi dalam pelatihan yang digelar selama tiga hari, sejak 28 Februari hingga 2 Maret 2023.
Kegiatan pelatihan berlangsung di Gedung Workshop Alas Kaki Kota Mojokerto, Jalan Raya Surodinawan dengan menghadirkan praktisi ahli, Anik Nur Diana yang merupakan pemilik usaha Rumah Kue Tenrilangi.
Disampaikan, terdapat 12 jenis resep kue kering yang diajarkan kepada para peserta. Selain itu, mereka juga mendapat ilmu mengenai perhitungan HPP (Harga Pokok Produksi).
Seperti yang disampaikan salah satu peserta pelatihan, Dian Novita Sari (34) mengaku antusias dan bersyukur bisa mengikuti pelatihan tersebut secara cuma-cuma.
“Alhamdulillah, Pemkot banyak ngadakan pelatihan seperti ini. Tinggal daftar, bahan dan alat praktik sudah disediakan. Selain menambah ilmu jadi lebih semangat untuk mengembangkan bisnis,”terangnya singkat.(wo/adv)












