Daerah

R.Tri Harsono Sebut PSSI Dan Klub Liga 1 Kurang Serius Soal Liga 1 U16, Erik Komnasdik Sebut Harus Ada Perlindungan Pesepakbola Anak

×

R.Tri Harsono Sebut PSSI Dan Klub Liga 1 Kurang Serius Soal Liga 1 U16, Erik Komnasdik Sebut Harus Ada Perlindungan Pesepakbola Anak

Sebarkan artikel ini
Foto R.Tri Harsono, Siswahyu, dan Erik
Foto R.Tri Harsono, Siswahyu, dan Erik

SURABAYA, Sekilasmedia.com – Menurut Siswahyu yang pernah menjadi wartawan koran harian Karya Darma – Jawa Pos Group pada jaman bos Dahlan Iskan, dirinya mengalir saja dalam ‘mengawal’ anaknya (Ahmad Dzaki Akmal Yuda/ Akmal, red.) yang kini menjadi bagian Persebaya U16 untuk Liga 1 U16 Elite Pro Academy yang sedang bertarung dalam Grup C Liga 1 U16 di Lapangan Persebaya Karanggayam pada tanggal 28 April – 4 Mei 2019. Mengalir saja dalam arti tidak neko-neko. Hal tersebut disampaikan di sela-sela komentar berbagai pihak mengenai Liga 1 U16 yang sedang bergulir ‘Seri’ Ke-1, sedangkan Seri Ke-2 direncanakan 19 Juni 2019 hingga awal Juli. “Saya mengalir saja, InshaALLAH akan selalu ada jalan dari Allah SWT,” ungkap Siswahyu yang pada waktu di Karya Darma – Jawa Pos diantaranya bersama Ahmad Bajuri, Leres Budi Santoso dkk yang diantaranya sempat jadi pimpinan di salah satu media dalam Jawa Pos Group.

*R.TRI HARSONO SEBUT PSSI DAN PARA KLUB LIGA 1 KURANG SERIUS MEMBERI PERHATIAN PADA LIGA 1 U16 – U18 – U20*
Namun berbagai pihak lain memiliki komentar berbeda, lebih-lebih R.Tri Harsono dari Forum Peduli Indonesia – Sehat (FPI-S) yang menyoroti pihak PSSI maupun para klub Liga 1 yang dinilai kurang serius dalam memberikan perhatian tidak hanya terhadap Liga 1 U16 namun juga terhadap Liga 1 usia muda lainnya termasuk U18 dan U20. Kenapa dianggap kurang serius? Menurut R.Tri Harsono, diantaranya karena masih banyak klub liga yang tidak sungguh-sungguh memulai dari akademinya atau misal dari kompetisi internal. Banyak klub yang dinilainya seperti dadakan.

BACA JUGA :  Gubernur Sumatera Selatan Dinyatakan lulus Ujian Disertasi Program Doktor Di Universitas Sriwijaya

“Banyak klub yang masih kurang serius dalam persiapan menghadapi Liga 1 usia muda, bahkan tak jarang pembentukan tim yang berlangsung ala kadarnya. Bahkan terkesan yang penting memiliki tim usia muda. Kalau pola pikir seperti itu, kapan kemajuan yang signifikan akan dicapai? Belum lagi kalau misalnya ada klik-klik atau permainan di dalam tim pelatih maupun tim manejemen. Apa PSSI saat ini tidak bisa berbuat tegas? Mungkin juga. Atau karena situasi-kondisi PSSI yang sedang carut-marut? Bisa juga. Tapi tahun kemarin (2018, red.) hal yang sama terjadi dan PSSI diam saja. Entah pakai istilah Filanesia atau apapun, tapi kalau dalam prakteknya apalagi pada awal-awal sudah kurang sesuai, tentu akan sulit untuk bisa maju secara signifikan,” ungkap R.Tri Harsono yang juga menyinggung akan semakin banyak pengurus PSSI ditangkap, apakah akan berpengaruh agar pembinaan lebih baik. Menurutnya, belum tentu, tapi menunggu hasil Kongres PSSI yang akan dihelat selepas tintas Pilpres.

*ERIK KOMNASDIK SOROT PENTINGNYA PERLINDUNGAN PADA PESEPAKBOLA ANAK TERMASUK SOAL ASURANSI*
Pada bagian lain Erik dari Komnas Pendidikan menyoroti Liga 1 usia muda yang kebanyakan para pesepakbolanya adalah pelajar. Dengan status pesepakbola yang pelajar dan usia muda, tentu seharusnya wajar jika para klub harus memberikan perhatian ekstra dan bukan ala kadar. Apalagi dalam dunia sepakbola di Indonesia belum ada jaminan yang jelas bagi masa depan para pesepakbola. Menurutnya para wali murid banyak berjuang dan berkorban, namun kurang diimbangi oleh para pihak yang ‘memakai’ para pesepakbola itu. Entah itu klub, bahkan juga pihak pemerintah daerah masing-masing. Untuk itu Komnasdik mengusulkan para pihak lebih peduli pada pesepakbola muda/pelajar dengan sejumlah perhatian, termasuk pentingnya asuransi dan lain-lain.

BACA JUGA :  Kejuaraan Karate Terbuka Se Jawa Timur Funakoshi Mojokerto Open Gajah Mada Cup I 2022 di Buka Gus Barra

Dalam hal kurangnya perhatian pemerintah daerah masing-masing, Erik dkk Komnasdik Kota Mojokerto dalam salah satu rapatnya diantaranya mengangkat soal ‘kasus’ pesepakbola Ahmad Dzaki Akmal Yuda (Akmal, red.). yang berprestasi termasuk pernah bergabung di Bhayangkara FC U14-U15-U16, lalu di Kalteng Putra U16 untuk Liga 1 Filanesia U16 (19-25 Maret 2019) di National Youth Training Center PSSI di Sawangan – Kota Depok – Jawa Barat, lalu masuk Persebaya U16 untuk Liga 1 U16 Elite Pro Academy 2019. Dengan prestasi tersebut, Akmal yang kebetulan bersekolah di SMPN 2 Kota Mojokerto melalui jalur prestasi, ternyata hingga kini belum pernah mendapatkan perhatian sari Pemerintah Kota Mojokerto. “Soal Akmal dan anak-anak berprestasi lain di Kota Mojokerto, maupun di Kabupaten/Kota lain, akan diangkat oleh Komnasdik agar mendapatkan perhatian,” ungkap Erik di sela-sela rapat Komnasdik di Depot M’riah Mojokerto, Rabu 1 Mei 2019.(Sis).