
SURABAYA, Sekilasmedia.com – Persebaya Surabaya merupakan salah satu klub diantara tujuh klub di Indonesia (bersama Persija, Persib, PSM/Mataram Yogyakarta, Persis Solo, Persatuan Sepakbola Madiun, dan Magelang, red.) yang ikut mendirikan Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia pada tanggal 19 April 1930, yang kemudian berubah menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia/PSSI. Persebaya Surabaya juga merupakan salah satu klub sepakbola tertua di Indonesia yang berdiri sebelum kemerdekaan Indonesia, tepatnya 18 Juni 1927. Dengan kata lain, Persebaya memiliki sejarah yang spektatuler dalam peta persepakbolaan nasional Indonesia, belum lagi prestasi-prestasinya yang terus bergulir hinggga kini termasuk dari kompetisi internalnya Persebaya menghasilkan banyak pesepakbola top nasional termasuk Andik Virmansyah, Evan Dimas, Hansamu Yama pemain timnas asal Mojokerto yang matang di kompetisi internal Persebaya (kini Yama dan keluarganya juga menaungi SSB Hanza FC di Mojokerto yang dilatih Pak No dkk, red.) dan masih banyak pesepakbola nasional lainnya dari Persebaya termasuk yang menjadi legenda.
*SAAT SALEH HANIFAJ DI INDONESIA MUDA TAHUN 1970-AN, WISMA PERSEBAYA – KARANGGAYAM SUDAH ADA*
Keberhasilan Persebaya yang lahir sejak 92 tahun lalu (lahir 18 Juni 1927) tersebut tidak hanya karena ‘manejemen’ yang dari tahun ke tahun, dari dahulu kala, tahan banting. Namun mereka juga tersuport dengan adanya fasilitas dari Pemerintah Kota Surabaya termasuk Stadion Tambaksari Surabaya, kemudian adanya Lapangan Persebaya-Karanggayam sebagai tempat latihan dan perputaran kompetisi internal, serta adanya Wisma Persebaya – Karanggayam yang sudah ada sejak dahulu kala. Bahkan Saleh Hanifah selaku Direktur Amatir Persebaya saat ini, pun tidak tahu mulai kapan adanya Wisma Persebaya yang bersebelahan dengan Lapangan Persebaya Karanggayam. Namun pada tahun 1970-an saat Saleh Hanifah di Indonesia Muda, Wisma Persebaya tersebut sudah ada.
Dengan keberadaan Persebaya Surabaya dengan bangunan Wisma Persebaya beserta sarana dan prasarananya yang telah berusia begitu tua namun masih terus digunakan dan memberi manfaat luar biasa dengan berbagai prestasi prestisiusnya, tentu hal tersebut juga menjadi kebanggaan bagi para pesepakbola U16 (dari kelahiran 2003 dan 2004) ketika pada tanggal 26 April 2019 lalu sekitar 26 nama diumumkan masuk Persebaya U16 Liga 1 Elite Pro Academy U16 tahun 2019, yang kemudian bertanding di Lapangan Persebaya-Karanggayam pada durasi tanggal 28 April – 4 Mei 2019 dalam Liga 1 nasional Elite Pro Academy U16 Seri Ke-1 yang diikuti enam klub Liga 1 yaitu Persebaya U16, PSM U16 Makassar, Kalteng Putra U16, Borneo FC U16, Bali United U16 dan Persipura U16.
*26 PEMAIN DIUMUMKAN MASUK PERSEBAYA U16 LIGA 1 ELITE PRO ACADEMY TERMASUK IVAN – AKMAL – NABIL*
Duapuluh enam nama pesepakbola muda terpilih untuk Persebaya U16 Liga 1 Elite Pro Academy 2019 itupun sebagaimana biasanya dimasukkan Training Center, dan sekaligus persiapan Seri Ke-1 liga tersebut, maka harus menginap di Wisma Persebaya – Karanggayam dengan segala kebutuhan dipenuhi dari manejemen Persebaya, dimana untuk Persebaya U16 Liga 1 Elite Pro Academy diantaranya ditangani Yahya, dengan pelatih Andreas Johanes Kastanya (Yongky Kastanya) salah satu legenda Persebaya yang juga melatih klub internal TEO, asisten pelatih M.Nurkiman (Bintang Timur), dan pelatih kiper M.Ibnu Abbas (Putra Mars), dengan dibantu Malik dkk.
Diantara 26 pesepakbola Persebaya U16 yang harus menginap di Wisma Persebaya dari 26 April – 4 Mei 2019 tersebut diantaranya terdapat nama Ivan Syahdana Putra/ Ivan (Bintang Timur), Ananda Imanullah/Nabil (Sasana Bakti/ Sakti), dan Ahmad Dzaki Akmal Yuda/ Akmal dari klub internal Untag Rosita (binaan Sururudin dengan pelatih Slamet Mujek serta pengawasan Setiawan, red.) dan bergabung paling belakangan karena terlambat mengetahui info pemanggilan sehingga kostumnya pun jadi paling belakangan.
*NABIL PERNAH DIKIRIM KE ITALIA, AKMAL PERNAH DI BHAYANGKARA FC U14-U15-U16 DAN KALTENG PUTRA U16 FESTIFAL FILANESIA LIGA 1 U16 MARET 2019*
Bergabung dengan Persebaya dalam hal ini Persebaya U16 Liga 1 Elite Pro Academy dan selama ‘hajatan’ menginap di mess Persebaya/Wisma Persebaya tentu pengalaman membanggakan pula bagi tiga pesepakbola anak muda Ivan – Nabil – Akmal tersebut. Meskipun masing-masing juga sudah memiliki pengalaman sebelumnya yang juga luar biasa. Misal Ananda Imanullah/Nabil yang bersama Tim GSI Kabupaten Sidoarjo pernah menjadi Juara 1 nasional Gala Siswa Indonesia/GSI Kementerian Pendidikan, sehingga sempat dikirim ke Italia dan mendapat bonus masing-masing anak sekitar Rp.25 juta, belum lagi bonus-bonus lain.
Kemudian Ahmad Dzaki Akmal Yuda/ Akmal Hanza FC pernah Bhayangkara FC U14-U15-U16 yang dipusatkan di Polda Jatim dan ketika menang berbagai kejuaraan juga sering mendapatkan bonus. Akmal juga pernah bergabung dengan Kalteng Putra U16 saat Liga 1 Festival Filanesia U16 (19-25 Maret 2019) di National Youth Training Center namun memilih tidak berlanjut karena untuk transportasi riwa-riwi ke tempat TC (TC do Cirebon dan Tangerang, red.) yang terlalu jauh lokasinya dari rumah di Jawa Timur sehingga beaya transportasi yang mahal dan masih ditanggung sendiri dirasa memberatkan. Kebetulan ketika bermain di klub internal Persebaya, Untag Rosita binaan Sururudin, nama Akmal ikut dipanggil masuk Persebaya U16 Liga 1 Elite Pro Academy U16 tahun 2019.
*PENGALAMAN DI MESS WISMA PERSEBAYA YANG BOCOR DAN MERINDING ‘BERHANTU’*
Pada durasi waktu 28 April – 4 Mei 2019 saat pelaksanaan Liga 1 Elite Pro Academy U16 Grup C yang dilaksanakan di Lapangan Persebaya tepat sebelah Mess Wisma Persebaya, musim hujan sedang mendera. Banyak tokoh sepakbola nasional yang datang silih berganti di antara pertandingan demi pertandingan termasuk hadirnya Subagja Suihan ayah angkat Egy Maulana Vikri yang gila bola dan banyak membina pesepakbola anak muda dengan nyaris tanpa meminta beaya namun anak binaannya tersebar di berbagai klub Liga 1 terutama terbanyak di Kalteng Putra U16. Juga hadir Ganesha Putera salah satu (dari empat) tokoh sepakbola yang memformulasikan konsep Filosofi Sepakbola Indonesia/Filanesia, dan masih banyak tokoh yang lain.
Saat Ganesha hadir pada hari Senin 29 April 2019 saat pertandingan Persebaya U16 vs PSM U16, hujan deras tiada henti mengguyur kawasan Karanggayam. Stadion Tambaksari yang bersebelahan dengan Lapangan Persebaya-Karanggayam dan Wisma Persebaya, berdasar pantauan Siswahyu pimpinan Umum sekilasmedia.com (yang pernah di Karya Darma – Jawa Pos Group), pun dikepung banjir yang memenuhi seluruh jalanan di sekitarnya. Termasuk jalanan di depan Wisma Persebaya pun banjir, begitupun lapangan tempat laga PSM U16 vs Persebaya U16. Sehingga pertandingan pun dihentikan. Ganesha Putera, Agus Sanjaya dan para kru panitia masuk di lantai satu Wisma Persebaya, ternyata ruangan juga banjir karena atap yang bocor, beberapa orang pun terpeleset berjatuhan. Ternyata ketika musim hujan, Wisma Persebaya memang sering kebocoran. Meskipun memang hujan pada hari itu luar biasa deras dibanding hari-hari lainnya.
*SAAT MALAM SENYAP SERING TERDENGAR SUARA PEREMPUAN TERTAWA-TAWA LIRIH, SERASA HOROR DAN ‘BERHANTU’*
Selain bocornya sejumlah bagian Wisma Persebaya, pengalaman lain yang diceritakan Ivan kepada Nabil dan Akmal, pada malam hari yang senyap, Ivan sering mendengar suara perempuan tertawa-tawa lirih, serasa horor dan ‘berhantu’. Bisa dimaklumi, pada tahun 1970-an bangunan Wisma Persebaya tersebut telah ada. Sedangkan kondisi saat ini di lantai dua, ada kamar mandi yang tidak berfungsi dan lampunya tidak nyala. Kemudian juga sejumlah kamar tidur yang kosong dan kurang terawat. Wajar saja ada ‘penghuni’ lain yang menempatinya. Mungkin beda jika semua direnovasi dan diberi penerangan lampu yang cukup.
Namun 26 pesepakbola anak muda yang tergabung dalam Persebaya U16 Liga 1 Elite Pro Academy yang menginap di mess Wisma Persebaya itu tetap enjoy dan menikmati fasilitas yang mereka dapatkan, termasuk Ivan – Nabil – Akmal, karena bangga menjadi bagian Persebaya U16. Bahkan Wakil Walikota Surabaya Wisnu Shakti Buana dalam beberapa kesempatan, memuji pesepakbola anak muda Persebaya yang terus-nenerus berproses dan menghasilkan pesepakbola-pesepakbola nasional, tanpa mengenal lelah.(Siswahyu).






