Daerah

Ketua Muslimat NU Sebut H. Buat Santoso Karena Konsisten Tilawah, Jadi Bosnya PO Mahkota

×

Ketua Muslimat NU Sebut H. Buat Santoso Karena Konsisten Tilawah, Jadi Bosnya PO Mahkota

Sebarkan artikel ini

 

Kediri,Sekilasmedia.com Koperasi di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Pokok-Pokok Perkoperasian (UU No. 25/1992). Di Indonesia, organisasi koperasi mempunyai ciri-ciri yaitu perkumpulan orang, adanya kerja sama dan gotong royong berdasarkan persamaan derajat, hak dan kewajiban. Koperasi di Indonesia dibentuk berdasarkan kesadaran para anggotanya.

Selain itu, koperasi di Indonesia bertujuan untuk mencapai kepentingan bersama dari para anggotanya. Koperasi di Indonesia bukan merupakan kumpulan modal. Hak tertinggi dalam pengambilan keputusan didasarkan dari hasil rapat seluruh anggota.

Koperasi di Indonesia dilaksanakan tanpa ada keterlibatan pihak lain selain anggota serta diselenggarakan tanpa ada paksaan, ancaman, dan intimidasi dari pihak luar. Pembagian pendapatan di dalam koperasi di Indonesia berdasarkan kepada besarnya sumbangsih dari masing-masing anggota dalam bentuk karya dan jasa.

BACA JUGA :  Transparansi Penegakan Hukum Polda Sumsel Gelar Pemusnahan Barang Bukti Narkoba Hasil Operasi Mei 2026

Untuk melanjutkan keberadaan koperasi semacam itu penting untuk diadakan transisi wawasan dan pengetahuan untuk generasi muda tentang koperasi. Diantaranya dalam rangka hal tersebut hari ini, Sabtu 1 Juli 2023, diadakan Seminar Peran Generasi Milenial Dalam Koperasi Di Era Digital yang diadakan di Gedung Amaratama Jalan Erlangga 07, Paron II, Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

Acara yang diinisiasi H. Subianto juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh koperasi dan Dekopinda serta pengurus Muslimat NU Kabupaten Kediri. Tampak diantaranya Ketua Dekopinda Kediri Imam Sahudi SH, juga H. Subianto anggota DPRD Jatim dari Fraksi Partai Demokrat, tokoh koperasi Jawa Timur H. Buat Santoso yang juga bos PO Mahkota.

BACA JUGA :  KONI Kota Kediri Putuskan Puslatkot Dimulai 1 Maret 2026, Fokus Persiapan Porprov Jatim X 2027

Dalam kesempatan tersebut H. Buat Santoso menyampaikan pentingnya koperasi juga untuk generasi muda, juga pentingnya tilawah untuk istiqomah.

Hal tersebut juga diamini oleh Hj Mudawamah Muslimat NU Kabupaten Kediri. “Dengan istiqomahnya H. Buat Santoso untuk tilawah, diantaranya bisa menjadikan beliau jadi bosnya bus PO Mahkota,” ungkap pengurus Muslimat NU tersebut dalam acara yang interaktif disertai tanya jawab, dengan yang bisa menjawab mendapatkan ‘saweran’ uang tunai masing-masing Rp.200 ribuan. Acara tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Kediri. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 (Siswahyu).