Daerah

PPK Kebomas Sosialisasi Pemilu Kepada Puluhan Siswa Siswi SLB Bhayangkari

×

PPK Kebomas Sosialisasi Pemilu Kepada Puluhan Siswa Siswi SLB Bhayangkari

Sebarkan artikel ini

 

Swafoto siswa siswi SLB, guru SLB, PPK Kebomas dan PPS

Gresik,sekilasmedia.com – Setiap warga negara pemegang KTP RI, pasti memiliki hak pilih dalam pemilu 14 Februari 2024 nanti, bahkan bagi penyandang disabilitas, demikian disampaikan Ketua PPK Kebomas Sulaiman di hadapan siswa siswi SLB Bhayangkari, Selasa (17/10/2023).

” Setiap WNI yang ber umur 17 tahun keatas, atau sudah menikah, maka saat pemilu serentak pada 14 Februari 2024 besok bisa menggunakan hak pilihnya untuk memilih pasangan presiden, DPD, DPRRI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten / kota,” papar Sulaiman.

BACA JUGA :  Direktur Pembiayaan Kementrian Pertanian Sampaikan Lima Hal Penting Bagi Petani Millenial Asal Malang

Pemilihan kepala negara, dan pemilihan wakil rakyat baik DPD maupun DPR dilangsungkan dalam waktu yang bersamaan di tanggal 14 Februari 2023,

Komisioner PPK yang lain juga memberikan pencerahan di depan siswa siswi SLB Bhayangkara secara bergantian, dan ini juga langsung di terjemahkan oleh salah satu guru dengan menggunakan bahasa isyarat, karena yang mengikuti sosialisasi ini adalah siswa siswi dari penyandang cacat A, B, C dan D.

Semua siswa siswi sangat antusias dalam menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh nara sumber, dan terhadap yang berani menjawab di berikan hadiah, meski juga melalui penerjemah melalui bahasa isyarat, namun mereka juga paham akan ada pemilu yang dalam bahasa anak gagap dimakan ” coblosan”.

BACA JUGA :  BAMAG Dukung Kabupaten Sidoarjo Mempercepat Pembangunan RSUD Wilayah Barat

Kepala SLB Bhayangkari Gresik , Dr Dede Idawati M Pd menyamvut gembira pelaksanaan sosialisasi pemilu oleh PPK Kebomas beserta PPS Randuagung.

” Meski mereka sedikit ter belakang, ada yang gagap, ada yang cacat mental, ada yang tuna wicara, namun mereka cukup kuat menyimpan informasi yang masuk, seperti gambar partai apa saja yang akan ikut pemilu, mereka bisa menjawab meski tidak komplit,” papar Idawati. (rud)