
Gresik, Sekilasmedia.com – Prihatin dengan kondisi jalan poros desa (JPD) di Dusun Bongso Wetan perbatasan Desa Setro yang rusak parah dan tak kunjung terealisasinya pengajuan proposal pembangunan JPD tersebut sejak 2021, dengan betonisasi atau pengaspalan.
Hari ini, Minggu (22/10/2023), warga Dusun Bongso Wetan Desa Pengalangan melakukan aksi turun jalan atau demo damai di jalan poros desa perbatasan dengan Desa Setro dengan membentangkan pamlet berisikan rasa prihatin kepada Bupati atas molornya realisasi pengaspalan jalan tersebut. Sehingga semakin rusak parah dan berakibat warga banyak yang mengalami kecelakaan (jatuh).
Bahkan tiga hari sebelumnya Kades Pengalangan bersama perangkat desa dibantu warga berinisiatif membongkar paving sepanjang hampir 250 meter karena lepas dan bergelombang.
Sementara itu, saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp Kades Pengalangan Ahyar Abdul Mutholib tidak menanggapinya.
Pada kesempatan lain, Kasun Bongso Wetan Ahmad Sali mengatakan bahwa aksi turun (demo) ke jalan ini sebagai bentuk kekecewaan kami atas tak kunjung terealisasinya pengajuan proposal pembangunan betonisasi atau pengaspalan JPD perbatasan dengan Desa Setro.
” Pengajuan proposal ini pada tahun 2021 dan belum terealisasi sampai sekarang. Adapun jalan JPD berupa paving yang rusak parah sepanjang 400 meter dari panjang keseluruhan 745 meter. Karena rusaknya jalan ini, berakibat banyak warga yang kecelakaan (jatuh) saat melintas,” ungkapnya.
Lebih lanjut disampaikan dia, bahwa warga Bongso Wetan meminta Bupati Gresik dalam hal ini Dinas terkait agar segera merealisasikan pembangunan pengaspalan jalan poros desa di Bongso Wetan, bisa sama seperti Desa Setro. Sehingga bisa memperlancar akses warga ke selatan yaitu Desa Setro dan sekitarnya.
Hal ini juga diamini oleh salah satu warga Dusun Bongso Wetan Bahrul (39). Dia membenarkan apa yang disampaikan perangkat desa tersebut.
” Dimana selama ini, jalan poros desa yang menghubungkan Dusun Bongso Wetan dengan Desa Setro, memang rusak parah selain bergelombang, berlubang dan pavingnya juga lepas semua. Apalagi saat musim hujan akan semakin membahayakan warga yang melintasi jalan itu,” tandasnya.
Melihat kondisi JPD Desa Pengalangan tepatnya yang berada di Dusun Bongso Wetan perbatasan dengan Desa Setro, Anggota DPRD Gresik Fraksi Partai Golkar Wongso Negoro merasa sangat prihatin dan menerangkan bahwa jalan itu memang lama rusak.
” Selama ini banyak yang jatuh di situ, apalagi dilewati anak sekolah,” ungkapnya.
Memang Desa Setro sudah mendapat bantuan pengaspalan jalan poros desa dari URC Dinas PUTR. Melihat hal tersebut, kemudian warga Dusun Bongso Wetan minta sekalian ke Bupati untuk di aspal juga. Supaya jalan ini bisa enak dilewati.
Disamping itu, Wongso berharap semoga melalui demo damai ini, Bupati segera menindaklanjuti dengan pengaspalan jalan tersebut. Nantinya bisa tersambung dengan JPD Desa Setro yang lebih dulu di aspal.
” Memang belum terealisasi pembangunan jalan tersebut dengan pengaspalan tahun ini. Dan kami menindaklanjutinya, dan akan berkomunikasi dengan dinas terkait agar segera terwujud,” singkatnya. (rud)





