Daerah

Polda Bali Gelar Operasi Patuh Agung 2024, Fokus Sasaran WNA & Domestik

×

Polda Bali Gelar Operasi Patuh Agung 2024, Fokus Sasaran WNA & Domestik

Sebarkan artikel ini
Penyematan pita oleh Wakapolda Bali, bertanda dimulainya Operasi Patuh Agung 2024 .

Denpasar,Sekilasmedia.com -Polda Bali menggelar Apel Kesiapan Operasi Patuh Agung 2024, dalam rangka menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran masyarakat dalam berlalu lintas, di halaman depan Mapolda Bali, Senin (15/7/2024).

Gelar pasukan itu dipimpin Wakapolda Bali Brigjen. Pol. Dr. I Gusti Kade Budhi Harryarsana. Dimana operasi dilaksanakan dari 15 hingga 28 Juli 2024, dengan fokus sasaran wisatawan mancanegara dan domestik yang melanggar lalin saat mengemudikan kendaraan di jalan raya.

Adapun jumlah personil yang dilibatkan sebanyak 1.088 orang, terdiri atas 263 pers Polda Bali dan 825 pers Polres/Ta jajaran.

Operasi itu mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas”, bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, mengurangi kemacetan, menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta meminimalisir angka fatalitas korban lakalantas. Sehingga sangat dibutuhkan dukungan dari seluruh pihak agar tujuan dari operasi tersebut dapat tercapai.

BACA JUGA :  Kapolres Lumajang Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Semeru 2018

“Saya minta dukungan dan kerja sama dari rekan-rekan instansi terkait dan tentunya segenap masyarakat bali, khususnya generasi milenial sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan operasi patuh ini,” ungkap Wakapolda Bali.

Kepada seluruh personel yang terlibat agar tidak melakukan pungli apapun bentuknya, penegakan hukum adalah upaya terakhir dan dilakukan melalui e-tle secara tegas dan bertanggung jawab, berikan contoh dan teladan kepada masyarakat, serta jalin kerja sama dan koordinasi yang baik dengan instansi terkait yang terlibat Operasi Patuh Agung-2024.

“Saat ini kita berada pada era citizen journalism, oleh karena itu saya minta agar kegiatan operasi dilaksanakan dengan baik sesuai SOP dan rencana operasi. Utamakan tindakan persuasif, humanis dan edukatif kepada masyarakat, sebelum kita menegakkan peraturan, terlebih dahulu kita harus melaksanakan peraturan tersebut,” imbuh Jendral alumni Akpol 1994 ini.

Diketahui, sepanjang tahun 2023 telah terjadi sebanyak 7.466 kali kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 655 orang. Angka ini mengalami peningkatan cukup signifikan hampir dua kali lipat dari jumlah angka lakalantas yang terjadi pada tahun 2022 sebanyak 3.692 kejadian, yang 4 mengakibatkan korban jiwa sebanyak 508 orang.

BACA JUGA :  Dewan Apresiasi Peluncuran Bantuan Sosial Untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Peningkatan jumlah lakalantas yang terjadi sangat berkorelasi dengan peningkatan jumlah pelanggaran lalu lintas selama dua tahun terakhir. Selama tahun 2023 terjadi sebanyak 177.425 kali pelanggaran. Jumlah ini meningkat sebesar 22% dari jumlah pelanggaran tahun 2022 sebanyak 144.841 kali pelanggaran.

“Kecelakaan tersebut disebabkan oleh banyak faktor, seperti faktor kendaraan, faktor lingkungan dalam hal ini kondisi jalan maupun cuaca dan tentunya faktor manusia itu sendiri. Faktor manusia menjadi penyebab terbesar terjadinya lakalantas, baik karena melakukan pelanggaran atau tidak tertib dalam berlalu lintas,” ucapnya.

Ditambahkannya, selain masyarakat lokal, belakangan ini para WNA cukup sering terlibat permasalahan di wilayah Bali, khususnya pelanggaran lalu lintas.

“Ini tentunya harus segera kita sikapi bersama sama demi eksistensi citra pariwisata Bali,” tutupnya. SN.