Mojokerto,Sekilasmedia.com-Pemkab Mojokerto melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto terus gencarkan program Selasa Sehat Turunkan Stunting (SEHATI) dan Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri (SEJOLI), kali ini digelar di Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Selasa (6/8/24) sore.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Gembongan Waras menyampaikan, banyak terimakasih atas kehadiran Ibu Bupati Mojokerto dan seluruh undangan yang telah hadir dalam acara SEHATI dan SEJOLI pada sore ini.
“Saat ini Tahun 2024 jumlah penduduk Desa Gembongan sebanyak 3943 jiwa, jumlah ibu hamil 10 orang, jumlah bumil resti 1 orang dan ibu hamil KEK 2 orang. Di Desa Gembongan total jumlah balita keseluruhan 195 balita, jumlah balita stunting 0 balita, gizi kurang 0 balita, jumlah lansia sebanyak 590 orang dan lansia aktif yang datang ke posyandu sebanyak 4 orang,” ucap Waras.
Bupati Ikfina juga menyerahkan alat antropometri kepada Kepala Desa Gembongan Waras yang turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan, Kepala Puskesmas Gedeg, Camat Gedeg dan Forkopimca Gedeg.
Bupati Ikfina menjelaskan, bahwa bangsa Indonesia telah menghadapi masalah yang besar yaitu terkait dengan ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia yang disebut dengan stunting. Karena stunting ini adalah menjadi masalah di negara kita, karena balita stunting maka kecerdasannya 20 persen dibawah rata-rata.
Selain itu, untuk mendapatkan pertumbuhan balita yang maksimal dan memenuhi gizi terhadap balita, Bupati Ikfina menegaskan agar para orang tua dapat memberikan makanan zat pembangun seperti telur, ayam, ikan, daging, dan susu.
“Untuk menekan stunting, anak-anak harus cukup gizi agar sehat dan tidak sakit berulang. Sebisa mungkin anak usia dibawah 2 tahun harus diusahakan ASI. Waktu terbaik memaksimalkan pertumbuhan otak anak itu dimulai dari bayi sampai dengan 5 tahun. Ini semua dapat diwujudkan apabila anak cukup gizi,” jelasnya.
Bupati Ikfina juga mengungkapkan, bahwa ibu hamil harus terpenuhi gizinya agar calon bayi yang ada didalam kandungan dapat terpenuhi gizinya pula. Ia juga menambahkan, dalam mengukur ibu hamil yang tercukupi gizinya, bisa dengan cara mengukur lingkar lengannya yang tidak boleh kurang dari 23,5 cm.
“Stunting juga harus dicegah sejak dini dan ibu hamil tidak boleh KEK (Kekurangan Energi Kronis) agar tidak melahirkan bayi resiko stunting. Para orang tua juga harus memperhatikan tumbuh kembang anak, agar kedepannya para balita menjadi generasi penerus yang pintar dan berkarakter,” pungkasnya. (Clara)






