Daerah

Bupati Mojokerto Terus Berikan Edukasi Melalui SEHATI dan SEJOLI di Desa Pekukuhan

×

Bupati Mojokerto Terus Berikan Edukasi Melalui SEHATI dan SEJOLI di Desa Pekukuhan

Sebarkan artikel ini

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati M.Si, terus memberikan edukasi kepada Lansia, Ibu hamil dan para Ibu Balita melalui kegiatan SEHATI (Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI) dan SEJOLI (Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri) yang digelar di Balai Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Selasa (10/9/24) pagi.

Acara SEHATI dan SEJOLI turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan, Kabid Kesmas Ninik, Kepala Puskesmas Mojosari, Kepala Puskesmas Modopuro, Camat Mojosari dan Forkopimca Mojosari.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Pekukuhan Zuli Astutik menyampaikan, terima kasih atas kehadiran rombongan Ibu Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto beserta jajarannya.

“Saat ini jumlah penduduk Desa Pekukuhan Tahun 2034 sebanyak 5051 jiwa, jumlah ibu hamil 28 bumil, jumlah bumil resti 12 orang dan Ibu hamil KEK 5 orang. Di Desa Pekukuhan total jumlah balita keseluruhan 307 balita, jumlah balita stunting 1 balita dengan kelainan bentuk tulang (scoliosis), gizi kurang 4 balita. Jumlah lansia Desa Pekukuhan sebanyak 513 lansia, jumlah lansia aktif datang ke posyandu sebanyak 359 lansia”, ujar Zuli Astutik.

BACA JUGA :  Ketua Komisi III DPRD Banyuwangi : Homestay Penjual Miras Ilegal Harus Ditutup

Bupati Ikfina memastikan, Ibu hamil tidak boleh kurang gizi yang bisa dilihat dengan cara ukur LILA tidak boleh kurang dari 23,5 cm, setelah melahirkan bayi wajib diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, setelah 6 bulan diberikan PMT dengan gizi seimbang tinggi protein sebagai zat pembangun, setelah usia 1 tahun anak diberikan makan seperti porsi orang dewasa dengan menu gizi seimbang.

Lansia harus mandiri dalam melakukan aktifitas, maka perlu diperiksa rutin kesehatannya yakni TD, GDA, Cholesterol, UA. Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya agar angka stunting terus menurun dan nihil. Karena itu, Bupati gencar menyampaikan bahaya stunting, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB) hingga kesehatan lansia.

BACA JUGA :  Kabupaten Malang Daerah Berpotensi Bencana Alam Lengkap

“Kata kunci stunting adalah kurang gizi. Secara lengkap, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis disertai infeksi yang berulang. Bahaya stunting, nanti ketika dewasa, kecerdasannya bisa lebih rendah 20% dari standart. Sedangkan, batas perkembangan otak anak itu sampai usia 5 tahun. Jadi, dari kandungan sampai anak usia 5 tahun adalah masa kita mengembangkan perkembangan otak anak. Karena itu, ibu hamil tidak boleh kekurangan gizi,” ucap Bupati Ikfina.

Selain itu, Bupati Ikfina juga menghimbau kepada para ibu Balita dan kepada para Lansia agar rutin ke posyandu, mengikuti senam lansia sebagai kegiatan rutin yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh juga menghilangkan stres. Karena pada saat ini penyakit tertinggi adalah Hipertensi dan Diabetes Melitus, untuk itu dihimbau pada para lansia agar tetap memperhatikan pola makan sehat. (Clara)