Daerah

Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Gencar Lakukan Program Yang Bersentuhan Dengan Masyarakat

×

Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Gencar Lakukan Program Yang Bersentuhan Dengan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Malang, sekilasmedia.com – Salah satu pendekatan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui, Dinas (Dinkes, red) selain dengan menyediakan sarana dan prasarana kesehatan mulai Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) di masing-masing kecamatan, juga melalui program yang bersentuhan dengan masyarakat.

Salah satunya, seperti program Suling, dimana setiap pelaksanaan selalu menstandbykan tenaga kesehatan (Nakes) untuk menjangkau pemeriksaan kesehatan masyarakat.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Malang, Puji Hadi Prasetyo. Dijelaskannya, bahwa untuk program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti Suling, ini akan dikawal terus.

“Karena dalam pelaksanaan ini, masyarakat bisa memeriksakan langsung kondisi kesehatannya. Sehingga, dinas bisa langsung menjangkau kesehatan yang ada di masyarakat, selain keberadaan Puskesmas dan Pustu disetiap kecamatan,” kata Puji, Rabu (06/10).

BACA JUGA :  Pelantikan DPP PPMA Periode 2025–2029

Untuk memaksimalkan layanan ini, tambah Puji, sementara untuk layanan kesehatan gratis bagi seluruh jamaah Salat Subuh dan masyarakat yang diberikan, mulai pemeriksaan hingga pengobatan awal.

“Screening kesehatan ini sifatnya semua. Jadi, layanan yang diberikan beragam. Seperti pemeriksaan gula darah, tekanan darah, kolesterol atau kondisi kesehatan hingga lingkar perut. Jadi, semua dilakukan pemeriksaan secara gratis,” tambahnya.

Agar pelaksanaan ini efektif, imbuhnya, dalam setiap gelaran akan ada sekitar 10 Nakes yang standby. Sehingga, masyarakat bisa dengan mudah dan lancar terlayani.

BACA JUGA :  Pj Bupati Jombang Pantau Jembatan Dan Aksi Resik Kali Di Sumobito

“Untuk tenaga medisnya, itu melibatkan tenaga di Puskesmas. Karenanya, layanan yang diberikan terus ada di setiap pelaksanaan kegiatan Suling Bupati. Sementara jumlah Nakes yang diturunkan, bisa mencapai 10 atau lebih. Tergantung dari kondisi di lapangan,” terangnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, ujarnya, hal yang tidak kalah pentingnya juga sosialisasi mengenai pola hidup sehat. Sehingga, masyarakat menjadi paham, bagaimana pola yang harus dilakukan. Dengan begitu, kondisi kesehatan masyarakat bisa senantiasa baik.

“Bagaimana pola hidup sehat, itu juga menjadi bagian penting untuk diberikan kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa mulai menata dan menghindari hal-hal yang kurang mendukung kesehatan mereka,” ujarnya. (BAS/ADV)