Pendidikan

Pemprov Bali Luncurkan Program Satu Keluarga Satu Sarjana, Cetak Generasi Unggul Melalui Pendidikan Tinggi

×

Pemprov Bali Luncurkan Program Satu Keluarga Satu Sarjana, Cetak Generasi Unggul Melalui Pendidikan Tinggi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Bali bersama pimpinan perguruan tinggi se Bali, bahas program satu keluarga satu sarjana di Denpasar (foto HO-Prov Bali)

Denpasar,Sekilasmedia.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, kembali meluncurkan program inspiratif “Satu Keluarga Satu Sarjana” yang akan dijalankan pada Agustus 2025.

Program ini diprioritaskan bagi para pelajar SMA/SMK yang baru lulus dan berasal dari keluarga kurang mampu di seluruh Pulau Dewata.

Gubernur Wayan Koster mengatakan, saat pertemuan dengan para rektor sepakat mendukung program ini dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama masyarakat Bali yang kurang mampu.

Setidaknya ada 29 perguruan tinggi negeri dan swasta se Bali yang telah berkomitmen untuk bersama sama mencetak generasi unggul melalui pendidikan tinggi ini.

“Program ini untuk masyarakat kurang mampu. Tujuannya jelas, agar setiap keluarga di Bali setidaknya punya satu anggota yang meraih gelar sarjana,” ujar Koster.

BACA JUGA :  SMSI Ngawi Adakan Workshop Jurnalistik Bagi Siswa

Selain memberikan kesempatan untuk kuliah, pemprov Bali juga menyiapkan bantuan biaya sebesar Rp 1.400.000 per mahasiswa setiap bulannya.

“Jadi dana yang diberikan itu dapat digunakan mahasiswa untuk kebutuhan biaya kos, makan dan transportasi,” katanya.

Sedangkan dari hasil diskusi dengan pimpinan perguruan tinggi disepakati ada tiga skema yang akan diterapkan. Pertama, kouta pendidikan gratis untuk 25 – 100 orang di setiap kampus.

Kedua, perguruan tinggi negeri dapat memberikan keringanan biaya kuliah dengan uang kuliah tunggal (UKT) kategori Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta per semester.

BACA JUGA :  Polisi di Pacet Kenalkan dan Edukasi Satwa Yang Dilindungi Bagi Anak Sekolah

Ketiga, program Fats Track Diploma 2, jalur cepat selama 3 semester di Politeknik Negeri Bali dengan biaya Rp 1.500.000 dan lulusannya langsung kerja.

“Untuk memastikan progam ini berjalan lancar dan tepat sasaran, kami sudah membentuk tim khusus, menyusun petunjuk teknis pelaksanaan,” ungkapnya.

Gubernur Koster memang sangat pro dengan dunia pendidikan, bahkan memiliki visi untuk menjadikan Bali sebagai mercusuar pendidikan di Indonesia.

Adapun anggaran yang akan digunakan dalam program ini bersumber dari APBD Semesta Berencana Bali tahun 2025.

“Ini bagian dari komitmen Bali menuju masa depan yang lebih berdaya saing, adil, dan berkeadaan,” tandasnya.