Denpasar,Sekilasmedia.com –
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bali, mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem hujan lebat disertai angin kencang selama sepekan kedepan, 10 hingga 16 November 2025.
Hal itu dipengaruhi oleh faktor siklon tropis fung-wong di laut Filipina timur, serta pengaruh madden-julian oscillation dan gelombang atmosfer kelvin dan rossby ekuator.
Prakirawan Cuaca BMKG, Luh Eka Arisanti menjelaskan, dalam kurun waktu tujuh hari kedepan sebagian besar wilayah di Bali diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
“Hampir seluruh kabupaten dan kota di Bali memiliki potensi terdampak cuaca ekstrem. Kami menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan selalu memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi,” ungkapnya.
Terkait dengan peringatan cuaca ekstrem ini, Dinas Pariwisata (Dispar) Bali mengeluarkan surat imbauan No: B.20.000/3647/INPAR/DISPAR, Rabu 12 November 2025. Surat ini ditujukan kepada seluruh ketua asosiasi pariwisata di Bali.
Kepala Dispar Bali, I Wayan Sumarjaya mengatakan, pihaknya telah meminta ketua asosiasi pariwisata di Bali untuk mengimbau seluruh anggotanya melakukan persiapan dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki.
Selain itu para pelaku usaha juga diimbau agar melaksanakan mitigasi bencana, serta melaksanakan SOP dengan benar, sehingga hal hal yang tidak diharapakan bisa diminimalisir.
“Surat imbauan ini tidak hanya diberikan kepada ketua asosiasi pariwisata, tapi juga kepada seluruh Kepala Dinas Pariwisata se Bali,” kata Sumarjaya.
Sementara itu untuk seluruh pengelola daya tarik wisata (DTW) dan desa wisata agar melakukan penataan pohon guna menghindari pohon tumbang, patah akibat hujan. Termasuk saluran air (drainase) dibersihkan untuk mencegah luapan air.
Lebih lanjut, terhadap semua pengelola aktivitas wisata alam, seperti arum jeram, mendaki, hiking, cycling, selam, snorkeling, paragliding, paralayang dan lainnya, juga diminta untuk secara rutin memantau prakiraan cuaca dari BMKG.
“Kami juga mengimbau agar seluruh pengelola wisata di Bali selalu mensosialisasikan Do’s and Dont’s kepada wisatawan asing,” tandasnya.
Penulis : Soni






