Kuliner

Rasa Autentik Botokan Tradisional Makanan Khas Mojokerto dari tangan Ibu Umihanik

×

Rasa Autentik Botokan Tradisional Makanan Khas Mojokerto dari tangan Ibu Umihanik

Sebarkan artikel ini
Rasa autentik botokan tradisional khas Mojokerto tersaji hangat dari tangan Ibu Umihanik—sederhana, lezat, dan penuh cita rasa rumahan yang selalu dirindukan.(foto: sayiddah)

Mojokerto ,Sekilasmedia.com-Di tengah gempuran tren kuliner modern yang hadir, eksistensi menu tradisional di Mojokerto terbukti masih menjadi primadona bagi pecintanya.

Fenomena ini terlihat jelas di sebuah warung sederhana milik Umihamik (50) yang berlokasi di Desa Tinggarbuntut, Kecamatan Bangsal, tepat di totokan gang masjid Tinggar. Warung yang telah berdiri sejak tahun 2022.

Berbagai macam varian botokannya yang beragam. Mulai dari botok tahu, tempe, bandeng, pindang, hingga rempelo ati tersedia di sini, namun Botokan Patin tetap menjadi primadona yang paling cepat ludes. “Saya mulai buka dari jam 4 pagi, sampai habis. Ada berbagai macam jenis makanan tradisional yang saya jual muali dari botokan pindang, bandeng, patin”. Kata Umihanik sambil tersenyum.

BACA JUGA :  "Pesona Caffe Container di Meri Mojokerto: Sajian Kopi Khas Malang dengan Konsep Unik"

Rahasia kelezatannya terletak pada racikan bumbu rempah melimpah yang dipadukan dengan irisan belimbing wuluh, menciptakan sensasi rasa gurih masam yang meresap sempurna hingga ke serat ikan. “Saya memakai bahan bahan premium tradisional yang masih menjadi khas masakan pedesaan, seperti blimbing wuluh dan rempah.” Kata Umihanik.

Umihanik mengaku tidak pernah mengubah takaran bumbunya sejak meneruskan usaha dari orang tuanya, sebuah komitmen yang membuat pelanggannya rela kembali lagi dan lagi.

Melengkapi menu botokan tersebut, Umihanik menyajikan menu selingan berupa Sayur Bening Kelor yang dipetik langsung dari pekarangan rumahnya sendiri dan sayur kunci pepaya muda yang dipetik langsung dari kebunnya.

Banyak pelanggan yang mengidamkan masakan Ibu Umihanik ini salah satunya adalah dhiroh mengatakan “masakan disini relatif cocok dengan lidah orang Jawa, kebetulan saya adalah pelanggan setia yang selalu menikmati botokan ibu Ini.”

BACA JUGA :  Warkop Pojok Area Balongpanggang, Destinasi Penghobi Cangkrukan Semua Kalangan

Berbeda dengan sayur bening pada umumnya, olahan khas warung Jetis ini menggunakan tambahan daun kemangi yang memberikan aroma harum yang kuat dan menyegarkan. “Sayur yang saya buat menggunakan perpaduan yang unik yaitu dengan daun kemangi, supaya bisa menghadirkan aroma yang segar.” Kata Umihanik.

Perpaduan kuah bening yang hangat dengan tekstur botok yang kaya bumbu menciptakan harmoni rasa yang cocok disantap dalam segala cuaca. Bagi Anda yang melintasi jalur Jetis, warung legendaris ini menjadi destinasi wajib untuk mencicipi bukti nyata bahwa kuliner lawas Mojokerto tetap juara dan tak lekang oleh waktu.