Mojokerto,Sekilasmdia.com-Aroma roti mulai tercium saat jam menunjukkan pukul empat sore di lapak milik Vintina, yang berlokasi di Jl. Sambiroto, Sooko, Mojokerto. Di tengah banyak penjual makanan lebaran, kedai bolu ketan hitam miliknya terlihat lebih menonjol dan selalu ramai dikunjungi pembeli yang ingin menghindari kehabisan.
Awalnya hanya menjual aneka kue kue, dan untuk saat ini lebih memfokuskan diri pada produksi bolu ketan hitam selama dua bulan, dan akhirnya menjadi primadona selama bulan suci Ramadan.
Bolu ini menjadi kudapan yang paling pas dimakan saat berbuka puasa dan yang paling diburu. Salah satu pembeli mengatakan,” bolu ini enak dimakan pas hangat hangat dan plusnya lagi sangat mengenyangkan.” Tutur Eni pembeli.
Bukanya kalau Ramadan mulai jam 4 sampai habis. Enggak tentu, Mbak. “Kadang satu jam sudah habis, kadang Magrib sudah habis,” ujar vintia. Pada hari biasanya ia hanya membuat dua hingga tiga kotak di hari Minggu saja, tetapi selama bulan Ramadan permintaan meningkat sangat tajam hingga mencapai 80 sampai 100 potong atau sekitar lima kotak setiap harinya.
Uniknya adalah tekstur khas yang dimiliki oleh bolu ketan hitam ini, yang berbeda dari bolu ketan hitam yang umumnya lebih padat dan kering. Vintina menjamin bahwa setiap gigitan bolunya memberikan sensasi yang lembut dan membuat lidah merasa nyaman. “Yang beda dari yang lain, kalau punyaku ini enggak seret dan lembut. Bolu ini selalu habis terjual,” imbuhnya.
Meskipun kualitasnya masuk kategori premium, harga yang dibanderol masih terjangkau. Mulai dari Rp5.000 untuk produk original hingga Rp9.000 untuk varian khusus yang dinamai “Quesillo”.
Strategi harga murah yang dipadukan dengan rasa enak membuat bisnis kue Vintina bukan hanya jalan sementara, tetapi membuktikan bahwa produk buatan rumah bisa bersaing dan disukai masyarakat.
(Foto: Sayyida)






