Mojokerto,Sekilasmedia.com-Di tengah perkembangan zaman, usaha jual beli barang antik di daerah Kedungwulan, Bejijong, Kec. Trowulan, Kabupaten Mojokerto masih terlihat menarik. Mbah Din adalah seorang yang suka dengan benda-benda seni dan sudah berjualan barang antik selama kurang lebih sepuluh tahun lamanya.
Di rumahnya, berbagai benda pusaka dan hiasan yang menarik tertata rapi untuk memikat pandangan kolektor yang datang dari berbagai daerah.
Mbah Din menceritakan bahwa perjalanan usahanya dimulai dari kesukaannya terhadap benda-benda yang memiliki nilai sejarah. Koleksi yang dia jual sangat beragam, mulai dari senjata tradisional hingga aksesoris yang unik. “Saya sudah membuka usaha ini kurang lebih sepuluh tahun. Di sini tersedia berbagai jenis barang antik, seperti keris, cincin, hingga hiasan ruangan yang memiliki nilai seni tersendiri,” kata Mbah Din.
Menariknya, barang-barang di toko Mbah Din bukan diperoleh dari hasil berburu ke tempat jauh, tapi didapat lewat hubungan yang sudah kuat.
Ia mengatakan banyak orang yang datang sendiri untuk menjual barang berharga mereka. “Untuk stok barang, biasanya saya mendapatkan dari orang-orang yang datang langsung menawarkan ke rumah, mereka yang mengantarkan barangnya ke sini untuk saya kulak (beli)” tambahnya.
Meski usahanya penuh aroma jaman dulu, Mbah Din tetap bisa mengikuti perkembangan teknologi. Keberhasilannya menarik banyak pelanggan justru dimulai dari kreativitasnya di dunia maya.
Ia menggunakan media sosial untuk menunjukkan koleksinya kepada orang banyak. “Saya awalnya menjual barang-barang ini melalui Facebook dan YouTube. Saya membuat konten yang membahas secara rinci tentang barang antik tersebut, dan ternyata dari situ banyak konsumen yang tertarik hingga akhirnya membelinya,” ujarnya dengan antusias.
Mbah Din menyampaikan bahwa harga barang antik itu tergantung pada bagaimana langka dan indahnya barang tersebut. Di tokonya, harga dijual mulai dari puluhan ribu sampai angka yang sangat tinggi. “Harga yang ditawarkan memang agak mahal karena barang yang dijual itu memiliki nilai yang tinggi. Mulai dari harga 50 ribu rupiah hingga ada yang sampai jutaan rupiah, tergantung jenis dan kualitas barangnya,” ujar Mbah Din.
Galeri Naura antik bukan hanya tempat berbisnis, tetapi juga menunjukkan bahwa pemasaran digital bisa membuat barang-barang lama kembali diminati oleh kalangan generasi milenial.





