Daerah

Tanggul Sungai Tuntang dan Cabean Jebol, Ratusan KK di Demak Terdampak Banjir

×

Tanggul Sungai Tuntang dan Cabean Jebol, Ratusan KK di Demak Terdampak Banjir

Sebarkan artikel ini
Jajaran Forkopimda Bupati Demak Eisti'anah, Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra dan Dandim 0716/Demak Letkol Arm Dony Romansah, saat meninjau lokasi terdampak banjir.(Foto : Dwi Saptono - sekilasmedia.com).

 

Demak,Sekilasmedia.com – Bupati Demak Eisti’anah bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau langsung lokasi jebolnya tanggul di Sungai Tuntang dan Sungai Cabean pada Senin, 16 Februari 2026. Tanggul dilaporkan jebol setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dan meningkatkan debit air sungai secara signifikan.

Akibat peristiwa itu, ratusan kepala keluarga terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 70 sentimeter. Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi ratusan hektare lahan pertanian. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan data sementara, terdapat tiga titik tanggul yang jebol. Satu titik berada di Sungai Cabean, tepatnya di Dukuh Singopadu, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen. Dua titik lainnya berada di Sungai Tuntang, masing-masing di Dukuh Dempel, Desa Pilangwetan, serta Dukuh Wareng, Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung.

BACA JUGA :  Dukung Pemberdayaan WBP dan Ketahanan Pangan, Kalapas Kediri Tebar 2.000 Bibit Lele

Eisti’anah mengatakan pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mempercepat perbaikan tanggul yang rusak.

“Kami akan bekerja sama dengan BBWS serta melibatkan TNI, Polri, BPBD, dan relawan agar proses penanganan tanggul jebol dapat segera dilakukan dan dampaknya tidak semakin meluas,” ujar Eisti’anah pada Selasa, 17 Februari 2026.

Di lokasi yang sama, Kepala Kepolisian Resor Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra memastikan jajarannya bergerak cepat membantu warga terdampak. Pasukan Siaga Bhayangkara Polres Demak diterjunkan untuk mengevakuasi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lanjut usia dan anak-anak, serta membantu pengamanan lingkungan.

“Kami telah menerjunkan Pasukan Siaga Bhayangkara untuk membantu evakuasi warga serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” kata Arrizal.

BACA JUGA :  Bupati Mojokerto Sampaikan, Hadirnya Ketua DPD RI AA Lanyalla Akan Membawa Kabupaten Mojokerto Lebih Baik

Selain merendam permukiman, jebolnya tanggul Sungai Tuntang juga menyebabkan jalan utama penghubung Purwodadi–Semarang terputus sepanjang kurang lebih 25 meter. Akibatnya, arus lalu lintas lumpuh total dan dialihkan ke jalur alternatif.

Personel gabungan TNI, Polri, BPBD, Palang Merah Indonesia, serta masyarakat setempat melakukan kerja bakti membersihkan lumpur yang menutup badan jalan guna mempercepat pemulihan akses transportasi.

Eisti’anah menambahkan, tingginya debit air tahun ini menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya tekanan pada tanggul. Pemerintah daerah, kata dia, terus berkoordinasi dengan BBWS untuk langkah penanganan lanjutan sekaligus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Penulis : Dwi Saptono