Probolinggo,Sekilasmedia.com – Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan Gerakan Sinergi Aksi Holistik Berbasis Area Terpadu Pengentasan Anak Tidak Sekolah (SAHABAT ATS) Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua anak di Kota Probolinggo.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menegaskan bahwa pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS) merupakan prioritas utama pemerintahannya. “Kegiatan ini memiliki urgensi sangat tinggi untuk menjalankan amanat wajib belajar 13 tahun dan meningkatkan APS, RLS, dan HLS serta mendukung kenaikan IPM Kota Probolinggo,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Siti Romlah, menyampaikan bahwa program ini menjadi prioritas dalam mendorong peningkatan IPM. “Ini merupakan gerakan kolaboratif sebagai upaya sistematis dan berkelanjutan berbasis kelurahan agar mampu menjangkau masyarakat lebih luas,” ujarnya.
Di Kelurahan Jrebeng Lor sendiri tercatat ada 66 sasaran Anak Tidak Sekolah (ATS) yang akan segera dilakukan asesmen untuk menentukan tindak lanjut, apakah kembali ke sekolah formal atau melalui pendampingan pendidikan kesetaraan. Program serupa akan dilaksanakan serentak di seluruh kelurahan se-Kota Probolinggo.
Wali Kota Aminuddin menambahkan bahwa pengentasan pendidikan di semua jenjang akan membuka akses pekerjaan yang lebih layak dan seluruh data akan terintegrasi dalam basis data by name by address agar intervensi tepat sasaran. “Kita harus mengidentifikasi penyebab anak tidak sekolah dan menentukan strategi tindak lanjut secara cepat dan tepat,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan paket sembako serta program Sekolah Berbagi secara simbolis kepada perwakilan siswa sekolah setempat. Turut hadir Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo, Kepala BPS Kota Probolinggo, para kepala perangkat daerah, seluruh camat dan lurah se-Kota Probolinggo, serta relawan ATS sebagai wujud sinergi bersama dalam mengentaskan anak tidak sekolah.






