Daerah

Upacara HUT ke-112 Kota Malang, Wali Kota Ajak Warga Perkuat Inovasi dan Kolaborasi

×

Upacara HUT ke-112 Kota Malang, Wali Kota Ajak Warga Perkuat Inovasi dan Kolaborasi

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (empat dari kiri) foto bersama Wali Kota Batu Nurochman usai kegiatan apel upacara HUT Kota Malang di Balai Kota Malang (foto Basuki)

Malang,Sekilasmedia.com– Pemerintah Kota Malang menggelar apel upacara dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang di halaman Balai Kota, Rabu (1/4/2026). Upacara berlangsung khidmat dan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen pembangunan ke depan.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam amanatnya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Kota Malang yang kini genap berusia 112 tahun. Ia menilai usia tersebut mencerminkan kematangan sebuah kota yang sarat sejarah dan nilai perjuangan.

“Atas rahmat Allah SWT, kita masih diberikan kesempatan untuk menyaksikan perjalanan panjang Kota Malang yang kini telah mencapai usia 112 tahun. Sebuah usia yang matang dan penuh makna,” ujarnya.

Dalam suasana yang masih kental dengan nuansa Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Wali Kota juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat, seraya mengajak untuk terus menjaga nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan kesucian yang telah dibangun selama Ramadan.

Mengulas sejarah, ia menegaskan bahwa tanggal 1 April 1914 menjadi tonggak awal berdirinya Kota Malang. Dalam kurun waktu lebih dari satu abad, berbagai dinamika dan tantangan telah membentuk karakter kota sebagai daerah yang tangguh, berdaya cipta, dan memiliki identitas kuat sebagai kota pendidikan.

BACA JUGA :  Fitalis Agung, Katolik Ta'at Masuk Islam

Pada peringatan tahun ini, Pemkot Malang mengusung tema “Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, BoIs Berkelas”. Tema tersebut, menurut Wahyu, mencerminkan semangat untuk terus menembus berbagai batas melalui inovasi, menyelesaikan program pembangunan secara tuntas, serta memperkuat identitas Kota Malang sebagai kota yang modern namun tetap berakar pada nilai budaya lokal.

“Ke depan, tantangan global dan dinamika perkotaan menuntut kita untuk bergerak cepat, tepat, dan terukur. Semangat melintas harus dimaknai sebagai keberanian berinovasi, sementara bergerak tuntas adalah komitmen menyelesaikan pembangunan secara akuntabel,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan identitas daerah melalui simbol budaya, salah satunya dengan perancangan busana khas Kota Malang yang mengangkat unsur lokal seperti topeng Malangan, bunga teratai, hingga motif batik kawung, dipadukan dengan sentuhan estetika klasik. Upaya ini diharapkan menjadi representasi jati diri sekaligus memperkuat citra Kota Malang sebagai kota heritage yang berkelas.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota memaparkan capaian makro Kota Malang tahun 2025 yang menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat mencapai 85,55—tertinggi kedua di Jawa Timur. Selain itu, angka kemiskinan turun menjadi 3,85 persen, tingkat pengangguran menurun menjadi 5,69 persen, dan pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,92 persen.

BACA JUGA :  64 Finalis Mas Mbak Jawa Tengah 2025 Jalani Karantina di Semarang

Tak hanya itu, sepanjang 2025 hingga 2026, Kota Malang juga menorehkan berbagai prestasi di tingkat internasional, nasional, hingga regional. Di antaranya pengakuan sebagai kota kreatif dunia oleh UNESCO dalam bidang media kreatif, serta sejumlah penghargaan terkait kualitas lingkungan dan tata kelola perkotaan.

Meski demikian, Wahyu menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut tidak boleh membuat seluruh elemen berpuas diri. Sebaliknya, prestasi harus menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka dan penghargaan, tetapi dari sejauh mana kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat benar-benar meningkat,” ujarnya.

Menutup amanatnya, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam membangun Kota Malang yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga unggul dalam karakter, budaya, dan kualitas hidup.

“Dengan semangat melintas, bergerak tuntas, dan berkelas, mari kita lanjutkan pengabdian terbaik untuk Kota Malang tercinta,” pungkasnya.