Purwakarta, Sekilasmedia.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purwakarta menggelar Rapat Evaluasi Pengelolaan Zakat Fitrah Tahun 2026 pada Kamis (23/4). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja pengelolaan zakat sekaligus memberikan apresiasi kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berprestasi.
Rapat yang mengusung tema “Amil UPZ: Profesional, Pelayanan, Amanah dan Bertanggung Jawab dalam Pengelolaan” ini dihadiri oleh koordinator dan pengurus UPZ kecamatan, perwakilan UPZ desa, kepala desa, serta sekretaris kecamatan se-Kabupaten Purwakarta.
Ketua BAZNAS Kabupaten Purwakarta, Hj. Rika Ristiawati, M.E., mengungkapkan bahwa pengumpulan zakat fitrah pada tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, tahun ini terjadi kenaikan sekitar 15 persen. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat semakin meningkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kendala dalam proses pengumpulan hingga pendistribusian zakat, sekaligus merumuskan strategi perbaikan ke depan.
“Melalui evaluasi ini, kita melihat kekurangan dan kelebihan yang ada. Harapannya, pengelolaan zakat di tahun 2027 bisa lebih baik dan optimal,” katanya.
Sebagai langkah tindak lanjut, BAZNAS Purwakarta akan melakukan pembenahan di bidang administrasi, termasuk penyederhanaan formulir pelaporan guna memudahkan pengelola UPZ dalam menjalankan tugasnya.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS juga memberikan penghargaan kepada UPZ dan desa dengan kinerja terbaik dalam lima kategori, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat.
Adapun penerima penghargaan meliputi UPZ Kecamatan Purwakarta sebagai pengumpulan tertinggi, Kecamatan Bojong untuk administrasi terbaik, UPZ Kecamatan Babakan Cikao dengan persentase kenaikan tertinggi, Kecamatan Campaka dalam kategori sosialisasi paling masif, serta Desa Bungursari sebagai pengumpulan desa terbanyak.
Selain itu, sejumlah desa lainnya juga menerima penghargaan dalam kategori penghimpunan zakat, sehingga total delapan desa mendapatkan apresiasi pada kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS turut mensosialisasikan program Kampung Zakat yang merupakan inisiatif dari Kementerian Agama. Desa Darangdan direncanakan menjadi lokasi percontohan (pilot project) program tersebut.
“Program Kampung Zakat ini akan segera kita luncurkan, dan Desa Darangdan siap menjadi percontohan awal,” ungkap Rika.
Ia berharap melalui kegiatan ini, sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat, sehingga potensi zakat dapat dimaksimalkan sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan.
Sementara itu, salah satu perwakilan penerima penghargaan menyampaikan apresiasi dan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja dalam pengelolaan zakat.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan menjaga amanah dalam mengelola zakat,” ujarnya.
Rapat evaluasi ini ditutup dengan harapan seluruh pihak dapat terus meningkatkan profesionalitas, memperkuat kolaborasi, serta berinovasi dalam pengelolaan zakat demi kesejahteraan masyarakat Purwakarta.