Daerah

Pelatihan Jurnalistik Dorong Literasi Digital Masyarakat Kota Probolinggo, PJ Sekda : Perlu Kecermatan Dalam Pemahaman Informasi

×

Pelatihan Jurnalistik Dorong Literasi Digital Masyarakat Kota Probolinggo, PJ Sekda : Perlu Kecermatan Dalam Pemahaman Informasi

Sebarkan artikel ini
Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo Saat Mengisi Pelatihan Jurnalistik (Foto : Suyitno)

Probolinggo,Sekilasmedia.com-Upaya memperkuat kemampuan literasi di tengah derasnya arus informasi digital terus digencarkan. Salah satunya melalui pelatihan jurnalistik yang diikuti beragam kalangan, mulai mahasiswa, tenaga pendidik, kader partai politik, hingga masyarakat umum.

Kegiatan yang diinisiasi Tim Berdampak.net itu berlangsung di Aula Hayam Wuruk Bakesbangpol Kota Probolinggo, Selasa (28/4/2026). Pelatihan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran publik agar lebih cermat dalam menerima dan menyebarluaskan informasi.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Rey Suwityo, yang hadir mewakili Wali Kota Aminuddin, menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi peserta. Menurutnya, kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam pelatihan ini mencerminkan kesiapan untuk berkontribusi aktif dalam mendukung kemajuan daerah.

“Partisipasi ini menunjukkan komitmen bersama untuk mengambil peran penting dalam proses pembangunan, baik sebagai penggerak maupun pendorong perubahan menuju Kota Probolinggo yang semakin berkembang,” ujarnya.

Rey juga memberikan penghargaan kepada penyelenggara atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, dalam setiap proses pembangunan, pemerintah kerap dihadapkan pada berbagai respons masyarakat, mulai dari penolakan hingga penerimaan, yang membutuhkan pengelolaan komunikasi yang baik.

BACA JUGA :  Erick Thohir Menjadi Narasumber Dalam Seminar Nasional Dan Munas VI KAUJE 2024

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran media dan masyarakat sebagai penyampai informasi yang akurat dan bertanggung jawab. Kemampuan memilah informasi dinilai menjadi kunci untuk mencegah munculnya keresahan sosial akibat penyebaran kabar yang tidak benar.

“Diperlukan kecermatan dalam memahami informasi, terutama di tengah situasi yang sensitif, agar tidak memicu kesalahpahaman di masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rey menyoroti tantangan besar di era digital, di mana perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), membuat masyarakat semakin sulit membedakan antara fakta dan informasi yang dimanipulasi. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti konflik sosial, penyebaran ujaran kebencian, hingga kejahatan siber.

Dalam konteks ini, ia menilai keberadaan jurnalis, termasuk jurnalis warga, menjadi sangat penting sebagai penyeimbang arus informasi. Penyajian berita yang berbasis fakta dan didukung data yang valid, seperti hasil wawancara dengan narasumber kredibel, menjadi hal yang harus diutamakan.

BACA JUGA :  Polres Lamongan Gelar Apel Siaga Pengamanan Malam Takbir dan Perayaan Idul Fitri 1445 H/2024 M

Pada pelatihan tersebut, peserta dibekali dua materi utama, yakni manajemen risiko dalam aktivitas jurnalistik serta etika dasar kejurnalistikan. Materi pertama disampaikan Rahmat Hidayat dari Sahabat Lensa, yang mengulas pentingnya mitigasi risiko di tengah dinamika media digital. Sementara materi kedua dipaparkan Ali Masduki, yang menekankan pentingnya etika sebagai fondasi dalam menghasilkan karya jurnalistik yang profesional dan berimbang.

Rey berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang literasi informasi. Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin cerdas dalam menyikapi informasi serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan program pembangunan.

“Informasi yang disampaikan secara tepat dan dapat dipercaya akan mempercepat pemahaman masyarakat terhadap program pemerintah, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik,” pungkasnya.