Daerah

Gebyar Miéling Poé Basa Indung Sadunya 2026 Jadi Momentum Purwakarta Lestarikan Basa Sunda

×

Gebyar Miéling Poé Basa Indung Sadunya 2026 Jadi Momentum Purwakarta Lestarikan Basa Sunda

Sebarkan artikel ini
Bupati Purwakarta, Om Zein dan Ketua MGMP Bahasa Sunda SMP Kabupaten Purwakarta, Yayan Mulyana, (foto; Ade/Sekilasmedia.com)

Purwakarta,Sekilasmedia.com– Pemerintah Kabupaten Purwakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian bahasa dan budaya daerah melalui kegiatan Gebyar Miéling Poé Basa Indung Sadunya 2026 yang digelar di Gedung Sawala Yudistira, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tahunan merupakan inisiatif dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Sunda SMP Kabupaten Purwakarta tersebut menjadi bagian dari upaya nyata membumikan bahasa, sastra, dan aksara Sunda di kalangan generasi muda.

Acara tahun ini menghadirkan Panen Karya Duta Basa Indung sebagai wadah apresiasi bagi para pelajar dalam menampilkan kemampuan berbahasa dan berbudaya Sunda. Berbagai perlombaan dan penampilan budaya turut memeriahkan kegiatan yang dihadiri unsur Dinas Pendidikan, para guru, budayawan, serta pelajar dari berbagai sekolah di Purwakarta.

Ketua MGMP Bahasa Sunda SMP Kabupaten Purwakarta sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Yayan Mulyana, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana evaluasi pembelajaran dan penguatan identitas budaya daerah.

“Alhamdulillah, tahun ini kita berhasil mempertemukan para juara terbaik dari berbagai wilayah. Dulu hanya Piala Madya dan Piala Lawira, sekarang meningkat menjadi Piala Utama, dan berhasil diraih SMP Negeri 1 Purwakarta,” ujar Yayan.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Ayni Zuroh Pimpin Paripurna Hari Jadi Ke 731 Kabupaten Mojokerto

Menurutnya, materi lomba disesuaikan dengan kurikulum muatan lokal Bahasa Sunda yang kini semakin komprehensif. Pembelajaran tidak lagi hanya berfokus pada tata bahasa, tetapi juga mencakup sastra, budaya, hingga pengenalan aksara Sunda.

“Sekarang pembelajarannya lebih lengkap, ada kebahasaan, kesastraan, eksplorasi budaya, dan aksara Sunda. Semua sudah dituangkan dalam modul ajar dan buku panduan standar,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut terus mendapat dukungan pemerintah agar Bahasa Sunda tetap hidup dan dicintai generasi muda.

“Kalau bahasa Sunda terus digunakan, Insya Allah tidak akan hilang. Bahasa itu bagian dari jati diri yang harus diwariskan,” tegasnya.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan seminar nasional yang menghadirkan narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Dr. Herawati, serta budayawan Sunda Kang Iman Soléh. Seminar membahas strategi pembelajaran Bahasa Sunda yang menarik dan relevan bagi pelajar mulai tingkat SD hingga SMA.

Sementara itu, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Bin Zein, yang membuka langsung acara tersebut menegaskan bahwa keberagaman dialek dan logat Bahasa Sunda merupakan kekayaan budaya yang harus dijaga.

“Bahasa Ibu setiap daerah punya ciri khas masing-masing. Itu hal yang wajar dan indah. Jangan dipaksakan sama, karena fungsi bahasa adalah komunikasi, sementara nilai budayanya harus tetap dijaga,” ujar Bupati.

BACA JUGA :  Kapolres Jombang Gelar Ngopi Bareng Bersama Insan Media Jombang

Ia menambahkan, masyarakat Sunda dikenal dengan tata krama dan kesantunan dalam bertutur, sehingga penggunaan bahasa daerah harus terus dipelihara di lingkungan keluarga maupun pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Sadiyah, M.Pd., menegaskan pentingnya gerakan penggunaan Bahasa Sunda setiap hari Rabu di lingkungan sekolah melalui program Gerakan Rebo Nyunda.

Menurutnya, penggunaan Bahasa Sunda secara rutin menjadi langkah konkret untuk menjaga bahasa ibu agar tidak tergerus modernisasi.

“Kalau tidak dijaga dari sekarang, saya khawatir 10 sampai 20 tahun ke depan anak-anak kita tidak lagi mengenal bahasa ibunya sendiri,” ungkap Sadiyah.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta sendiri telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 75 Tahun 2023 tentang Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Sunda yang mewajibkan pembelajaran Bahasa Sunda di seluruh jenjang pendidikan mulai TK/RA, SD/MI hingga SMP/MTs.

Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan generasi muda, Purwakarta optimistis pelestarian Bahasa Sunda dapat terus berjalan dan menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya daerah.