PURWAKARTA, Sekilasmedia.com – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai kegiatan Paturay Tineung atau pelepasan siswa kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026 SMP Negeri 4 Purwakarta yang digelar di area sekolah, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum perpisahan sekaligus pelepasan para siswa setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun di sekolah yang mengusung motto “Cerdas dan Berbudaya”.
Acara dihadiri oleh Kepala SMP Negeri 4 Purwakarta Mohamad Nursodik, M.Pd., Ketua Pengawas Iis Kartis, S.Pd., M.Pd., Ketua Komite SMP Negeri 4 Purwakarta Drs. KH. John Dien, S.H., T.H., M.Pd., ketua SPPG Nagri Kaler 5 purwakarta Rispan Azis, dewan guru, orang tua dan wali murid, serta seluruh siswa kelas IX.
Berbagai rangkaian kegiatan ditampilkan, mulai dari tari pembuka oleh Eskul Seni Sparta, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, laporan panitia, sambutan tamu undangan, pemberian apresiasi kepada siswa berprestasi, pelepasan atribut sekolah, persembahan guru untuk siswa, pemutaran video “Catatan Harian 1000 Hari di SMPN 4 Purwakarta Tercinta”, hingga prosesi sungkeman yang berlangsung penuh haru.
Dalam kesempatan tersebut, sekolah memberikan apresiasi atas sejumlah prestasi non akademik siswa yang berhasil diraih di berbagai tingkat, mulai dari sekolah, kota, provinsi hingga nasional.
Muhammad Syafa’at Zakaria (9A) meraih berbagai prestasi di bidang literasi, di antaranya Juara Harapan 3 Lomba Cipta Puisi Tingkat SMP Se-Kota Bandung 2025, Juara Harapan 2 Lomba Menulis Puisi Nasional 2025, Juara 1 Nasional Lomba Menulis Cerpen, Juara 2 Tingkat Kota, Juara Harapan Tingkat Provinsi, serta Juara 1 Tingkat Sekolah.
Zahra Alya (9A) meraih Juara Harapan 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia Tingkat Kota Bandung 2025, serta sejumlah capaian juara lainnya di tingkat kota dan sekolah.
Rizki Pratama Syah (9B) menorehkan prestasi di bidang pencak silat dengan raihan Juara 1 Kelas Remaja Putra, Juara 1, Juara 2, serta Juara Harapan pada tingkat kota, provinsi, dan nasional.
Kenzie Fauzi Rachman (9B) meraih berbagai prestasi di bidang seni rupa, mulai dari Juara 1, Juara 2, Juara 3, hingga Juara Harapan pada Lomba Menggambar dan Ilustrasi tingkat kota, provinsi, nasional, hingga sekolah.
Suci Meilinda Putri juga meraih sejumlah prestasi di bidang menulis puisi dan cerpen tingkat sekolah, dengan capaian Juara 1, Juara 2, dan Juara Harapan.
Sementara itu, sejumlah siswa lainnya seperti Qalbie Aqila Hermawan (9A), Su’ayyadah Miftahul Jannah (9B), Destya Putri Zidniar (9B), Anindya Kusumawardani (9B), Robi’atul Adawiyah, Rizqi Khair, Muhammad Raghib Syafa, Tifan Fahril Arif, Muhammad Luthfi Cahya Budiman, dan Muhammad Ghofur Ar Ramdan juga tercatat memiliki potensi dan prestasi di berbagai bidang meski sebagian masih dalam pendataan sekolah.
Kepala SMP Negeri 4 Purwakarta Mohamad Nursodik, M.Pd., berpesan agar siswa mampu memilih sekolah lanjutan sesuai bakat, minat, dan cita-cita, serta tetap menjaga nama baik almamater di mana pun berada.
Ia juga mengingatkan agar para siswa tidak salah dalam menentukan pilihan sekolah lanjutan, karena keputusan tersebut akan sangat berpengaruh terhadap masa depan mereka. Oleh karena itu, siswa diminta untuk benar-benar mempertimbangkan kemampuan, minat, serta cita-cita sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Ketua Pengawas Iis Kartis, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam pembentukan karakter peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Ketua Komite SMP Negeri 4 Purwakarta Drs. KH. John Dien, S.H., T.H., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam keberhasilan pendidikan siswa serta berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan meraih cita-cita.
Suasana emosional semakin terasa saat prosesi sungkeman antara siswa dan orang tua. Banyak peserta tampak menitikkan air mata saat saling memaafkan dan mengungkapkan rasa terima kasih atas perjuangan selama ini.
Kegiatan kemudian ditutup dengan musafahah, foto bersama, dan ramah tamah. Momentum Paturay Tineung tersebut menjadi penanda berakhirnya masa belajar siswa kelas IX sekaligus awal perjalanan mereka menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.






