Daerah

Salam Literasi:OJK Kediri Perkuat Literasi dan Keuangan Masyarakat secara Konsisten

×

Salam Literasi:OJK Kediri Perkuat Literasi dan Keuangan Masyarakat secara Konsisten

Sebarkan artikel ini

 

Kediri, Sekilasmedia.com– Sebagai bentuk Komitmen untuk memperkuat Literasi dan Keuangan kepada Masyarakat Luas, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri kembali berperan sebagai penjaga terdepan dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah eks-Karesidenan Kediri dan eks-Karesidenan Madiun. Hingga Maret 2026.

Dari kondisi itu bisa dilihat dari berbagai indikator kinerja sektor jasa keuangan tercatat tetap tumbuh positif di tengah tantangan ekonomi global dan domestik yang masih dinamis.

Kinerja positif tersebut tercermin dari pertumbuhan aset dan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan, peningkatan jumlah investor pasar modal, hingga semakin masifnya pelaksanaan program literasi dan inklusi keuangan yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Berdasarkan data OJK Kediri, aset perbankan hingga Maret 2026 mencapai Rp116,20 triliun atau tumbuh 3,84 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, DPK meningkat 5,26 persen menjadi Rp109,26 triliun. Kondisi ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan di wilayah kerja OJK Kediri tetap kuat dan terjaga.

BACA JUGA :  Tidak Ada Istilah Libur Demi Kesehatan Masyarakat Danrem Sasar Wilayah Kabupaten Bojonegoro

Tidak hanya sektor perbankan, perkembangan pasar modal juga menunjukkan tren yang sangat menggembirakan. Jumlah investor yang tercatat melalui Single Investor Identification (SID) mencapai 643.057 investor atau tumbuh 54,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bahkan, nilai transaksi saham masyarakat di wilayah kerja OJK Kediri mencapai Rp3,63 triliun atau melonjak 113,28 persen secara tahunan.

Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi bukti nyata ketahanan sektor jasa keuangan sekaligus meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan produk dan layanan keuangan yang legal dan diawasi.

“Pertumbuhan sektor jasa keuangan yang tetap terjaga menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan masih sangat baik. OJK Kediri akan terus memperkuat pengawasan, mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap layanan keuangan yang aman dan bertanggung jawab,” ujar Ismirani Saputri.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, OJK Kediri juga terus menggencarkan berbagai program edukasi melalui Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 yang berlangsung sejak Mei hingga Agustus 2026.

BACA JUGA :  PPDB Gunakan Sistem Zonasi Berdasarkan KK

Data hingga Mei 2026 sedikitnya 34 kegiatan edukasi telah dilaksanakan dan menjangkau lebih dari 8.084 peserta yang berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, santri, pelaku UMKM, perempuan, hingga masyarakat umum.

Berbagai program inovatif juga terus dikembangkan, seperti pemilihan Duta Literasi Keuangan OJK Kediri 2026, program SICANTIK (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan), SEMAPHORE (Semakin Maju dengan Pramuka Paham Literasi Keuangan), podcast edukasi keuangan, hingga kampanye digital yang menyasar generasi muda dan masyarakat luas.

Di sisi perlindungan konsumen, OJK Kediri telah memberikan 641 layanan konsumen yang meliputi konsultasi, informasi, dan pengaduan hingga Maret 2026. Selain itu, sebanyak 2.833 layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) juga telah difasilitasi guna mendukung akses informasi debitur dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan.

Melalui berbagai capaian tersebut, OJK Kediri menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, memperluas akses keuangan yang inklusif, serta meningkatkan literasi masyarakat guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Penulis: SamanEditor: Kaylla