Jember,Sekilasmedia.com- Pemerintah Kabupaten Jember menggelar Lomba CINTA (Ciptakan Inovasi dan Tingkatkan Apresiasi) Batik 2026 di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (29/6/2026). Kegiatan ini mengangkat potensi kecamatan melalui karya batik.
Sebanyak 31 kecamatan menampilkan motif batik yang terinspirasi dari kekayaan alam, budaya, sejarah, hingga destinasi wisata. Pameran menjadi ruang kreativitas sekaligus promosi identitas setiap wilayah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Jember, Hadi Mulyono, menilai batik menjadi bagian penting dalam mewujudkan Jember yang lebih maju dan sejahtera melalui penguatan ekonomi kreatif.
“Batik merupakan warisan budaya bangsa yang telah diakui dunia. Tugas kita bukan hanya melestarikannya, tetapi juga mengembangkan,” ujar Hadi.
Menurutnya, industri batik mampu memperkuat sektor UMKM dan Industri Kecil Menengah sekaligus membuka peluang usaha di berbagai kecamatan.
“Semakin berkembang industri batik, maka semakin besar pula peluang kerja yang tercipta bagi masyarakat Jember,” katanya.
Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, mengajak seluruh kecamatan terus mengangkat kekhasan daerah menjadi motif batik yang memiliki identitas kuat.
“Kalau bukan kita yang memperkenalkan potensi daerah kita sendiri, lalu siapa lagi,” ujar Ghyta.
Ia juga mendorong para perajin terus berinovasi agar batik Jember mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Setiap kecamatan memiliki keunikan yang bisa menjadi identitas batik sehingga masyarakat semakin mengenal kekayaan yang dimiliki Jember,” tuturnya.
Dewan juri akhirnya menetapkan Kecamatan Sukowono sebagai Juara I Lomba CINTA Batik Jember 2026. Posisi kedua diraih Kecamatan Kaliwates, sedangkan Juara III diraih Kecamatan Sumberjambe.
Kategori Harapan I diberikan kepada Kecamatan Ambulu, Harapan II diraih Kecamatan Sukorambi, dan Harapan III menjadi milik Kecamatan Bangsalsari.






