Daerah

Sinergi Kader Jadi Kunci Cegah PTM, Ning Ita Dorong Warga Terapkan Gaya Hidup Sehat

×

Sinergi Kader Jadi Kunci Cegah PTM, Ning Ita Dorong Warga Terapkan Gaya Hidup Sehat

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, memberikan arahan kepada kader motivator, Tim IBM, tenaga kesehatan, dan penyuluh KB dalam kegiatan Sinergi Kader Motivator Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) di Balai Pertemuan Kelurahan Meri.(foto: Wibowo)

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Upaya menekan angka Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kota Mojokerto terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan PTM sangat bergantung pada perubahan pola hidup masyarakat yang dimulai dari lingkungan terkecil.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita saat menghadiri kegiatan Sinergi Kader Motivator dalam Evaluasi dan Penguatan Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Menuju Masyarakat Sehat di Balai Pertemuan Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Rabu (8/7).

Dalam kesempatan itu, Ning Ita mengapresiasi peran kader motivator, Tim Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), tenaga kesehatan, dan penyuluh KB yang selama ini menjadi ujung tombak edukasi kesehatan di masyarakat. Menurutnya, mereka memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran warga agar menerapkan pola hidup sehat secara konsisten.

BACA JUGA :  Polresta Mojokerto Semprotkan Desinfektan ke rumah warga yang terpapar Covid-19

“Sebagian besar penyebab PTM berasal dari kebiasaan hidup yang kurang sehat. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi sekaligus menjadi contoh dalam menerapkan gaya hidup sehat di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Ning Ita menilai perkembangan teknologi turut membawa tantangan baru terhadap kesehatan masyarakat. Aktivitas yang semakin minim gerak dan meningkatnya konsumsi makanan siap saji menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya risiko PTM seperti diabetes dan hipertensi.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat membiasakan konsumsi makanan bergizi berbahan alami (real food), mengurangi makanan olahan, serta meluangkan waktu berolahraga sedikitnya 30 menit setiap hari. Menurutnya, jenis olahraga tidak harus berat, namun dilakukan secara rutin sesuai kemampuan dan usia.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Mojokerto tahun 2026, tercatat sebanyak 3.987 warga menderita diabetes, sekitar 8.500 kasus hipertensi, serta 15 kasus baru kanker serviks pada semester pertama tahun ini. Data tersebut menjadi pengingat pentingnya langkah pencegahan melalui perubahan gaya hidup dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

BACA JUGA :  WABUP LUMAJANG SARANKAN GEMAR MEMBACA BUKU DI AWALI SEJAK USIA DINI

Khusus bagi perempuan yang telah menikah, Ning Ita juga mengajak untuk tidak ragu menjalani pemeriksaan Pap Smear sebagai upaya deteksi dini kanker serviks.

“Kanker serviks dapat ditangani lebih baik apabila ditemukan sejak dini. Jangan menunggu muncul keluhan, manfaatkan layanan pemeriksaan sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan diri sendiri,” pesannya.

Melalui sinergi seluruh elemen masyarakat, pemerintah berharap kesadaran hidup sehat semakin meningkat sehingga mampu menekan angka PTM dan mewujudkan masyarakat Kota Mojokerto yang sehat, produktif, serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Penulis: Wibowo Editor: Kaylla