Daerah

MUI Gresik Goes To School di Ponpes Sirojul Haramain, Edukasi Santri Cegah Pernikahan Dini

×

MUI Gresik Goes To School di Ponpes Sirojul Haramain, Edukasi Santri Cegah Pernikahan Dini

Sebarkan artikel ini
MUI Gresik berikan sosialisasi tentang pencegahan pernikahan dini di Ponpes Sirojul Haramain Manyar Gresik. (Foto: istimewa)

 

Gresik, Sekilasmedia.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik melalui Komisi Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga menggelar program MUI Gresik Goes To School di Pondok Pesantren Sirojul Haramain, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan bertema “Membina Karakter, Menginspirasi Generasi” itu bertujuan membekali santri dengan pemahaman tentang pencegahan pernikahan dini sekaligus memperkuat karakter sebagai bekal menghadapi masa depan.

Kegiatan diikuti para santri Pondok Pesantren Sirojul Haramain dan dihadiri Pengasuh Ponpes KH Umar Thoha Hasan bersama Nyai Hj Umu Kulsum, Kepala MA Sirojul Haramain Hj Chilyatut Taqiyah Idris, S.Pd.I., Kepala MTs Sirojul Haramain Muhammad Husnul Mizan, M.Pd., serta jajaran Komisi Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga MUI Kabupaten Gresik.

Kepala MA Sirojul Haramain, Hj Chilyatut Taqiyah Idris, menyampaikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Gresik yang telah memilih lembaganya sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para santri untuk memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya mempersiapkan diri sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.

” Semoga dengan kehadiran para ibu nyai, anak-anak bisa mendapatkan ilmu, terutama mengenai pencegahan pernikahan dini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga MUI Kabupaten Gresik, Hj Hajar Idris, mengatakan masa remaja merupakan waktu yang tepat untuk menuntut ilmu, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan, bukan terburu-buru menikah.

BACA JUGA :  Peringati BBKT dan 1 Tahun HATI Jilid II, Karang Taruna Gelar Festival Musik Kebangsaan

Ia menjelaskan, lingkungan pesantren menjadi tempat yang kondusif untuk membentuk akhlak dan karakter di tengah berbagai persoalan kenakalan remaja yang terjadi di masyarakat.

” Kami banyak menangani persoalan remaja, mulai dari pergaulan bebas hingga kehamilan di luar nikah. Karena itu, kalian harus bersyukur bisa belajar di lingkungan pesantren yang membimbing akhlak dan karakter,” katanya.

Mengutip Surah Ar-Rum, Hj Hajar menjelaskan bahwa tujuan pernikahan dalam Islam adalah mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Oleh sebab itu, pernikahan harus dipersiapkan dengan matang agar tidak berujung pada konflik maupun perceraian.

Menurutnya, kesiapan menikah tidak hanya diukur dari batas usia minimal 19 tahun sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, tetapi juga harus didukung kesiapan ilmu, mental, emosional, ekonomi, serta pemahaman terhadap hak dan kewajiban suami istri.

” Kesiapan menikah bukan hanya soal umur, tetapi juga kesiapan ilmu, mental, emosional, finansial, serta memahami tanggung jawab dalam rumah tangga,” tegasnya.

BACA JUGA :  Satlantas Polres Mojokerto Kota Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi sesi hipnoterapi yang dipandu Anggota Komisi Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga MUI Kabupaten Gresik, Hj Nur Saidah, S.E., M.M. Kegiatan tersebut bertujuan membantu santri meningkatkan konsentrasi, semangat belajar, serta kesiapan psikologis selama menjalani pendidikan di pesantren.

” Harapannya para santri lebih fokus belajar, lebih semangat menuntut ilmu, serta semakin patuh kepada ustaz dan ustazah,” ujar Nur Saidah.

Program MUI Gresik Goes To School merupakan salah satu upaya MUI Kabupaten Gresik dalam memperkuat pendidikan karakter melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan. Melalui kegiatan ini, MUI berharap para santri memiliki bekal ilmu agama, akhlak, dan karakter yang kuat serta kesiapan menghadapi kehidupan bermasyarakat maupun berkeluarga di masa mendatang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga MUI Kabupaten Gresik Hj Endang Herawaty, S.Psi., bersama Hj Salbiyah, S.Ag., Hj Tulus Ujiati, M.Pd.I., dr. Hj Muzammila, Hj Evva Yerry Mahmudah, S.H., M.H., Hj Azifah, M.E.I., Hj Nisfi Romadhon, S.Pd.I., dan Susi Ida Wardani, M.Psi.

Penulis : Rudi
Editor. : Erik