Daerah

Pemkot Malang Gandeng 19 PTS, Perkuat SDM dan Dorong Kampus Berdampak

×

Pemkot Malang Gandeng 19 PTS, Perkuat SDM dan Dorong Kampus Berdampak

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Dyah Sawitri saat penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi antara Pemkot Malang dan PTS se-Kota Malang (foto Basuki).

Malang, sekilasmedia.com— Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi swasta (PTS) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan daerah.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi antara Pemkot Malang dan PTS se-Kota Malang di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Rabu (19/8/2026).

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan, kerja sama dengan PTS tidak boleh berhenti pada seremoni penandatanganan. Perguruan tinggi diharapkan terlibat langsung dalam program pembangunan sesuai kapasitas, keilmuan, dan program studi yang dimiliki.

“Saya berharap dengan kerja sama ini ada kolaborasi yang baik, tidak hanya terkait dengan peningkatan SDM warga Kota Malang, tetapi juga insyaallah program dan kegiatan yang ada di Pemkot Malang bisa kita kolaborasikan bersama dengan perguruan tinggi swasta yang ada di Kota Malang,” ujar Wahyu.

Menurutnya, Pemkot Malang akan memetakan kebutuhan program pembangunan dengan spesialisasi masing-masing PTS. Skema tersebut memungkinkan keahlian dosen, mahasiswa, hingga sumber daya akademik lainnya diarahkan untuk mendukung program prioritas daerah yang tertuang dalam RPJMD.

“Kita akan melihat perguruan tingginya, spesialisasinya, program studinya apa, kemudian kita hubungkan dengan program dan kegiatan yang ada di Pemkot Malang. Ini yang akan kita kerjasamakan,” jelasnya.

Wahyu menilai pola kolaborasi tersebut dapat membuat keterlibatan perguruan tinggi lebih terarah. Kampus tidak hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan perkotaan.

BACA JUGA :  Polres Lamongan Melalui Jajaran Polsek Deket Patroli Keliling Kampung, Guna Pastikan Warga Aman Dari Bencana Banjir

Selain program pembangunan, Pemkot Malang juga mendorong PTS memperluas akses pendidikan bagi masyarakat melalui dukungan beasiswa.

Wahyu menyebut keberadaan perguruan tinggi di Kota Malang membawa tanggung jawab sosial untuk ikut memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar.

“Ini kan juga menjadi tanggung jawab bersama karena mereka ada di Kota Malang, hidup di Kota Malang, dan mencari ilmu di Kota Malang. Tentunya bisa memberikan semacam CSR-nya dengan memberikan beasiswa kepada warga Kota Malang,” ungkapnya.

Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., Pj. Sekretaris Daerah Kota Malang R. Dandung Julhardjanto, serta jajaran kepala perangkat daerah terkait.

Dari sekitar 44 perguruan tinggi yang ada di Kota Malang, sebanyak 19 PTS hadir dalam kegiatan tersebut.

Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Dyah Sawitri menegaskan, seluruh perguruan tinggi di Kota Malang diharapkan mengambil peran dalam mewujudkan program Dasa Bakti Unggulan “Ngalam Pinter” melalui konsep Kampus Berdampak.

“Total dari perguruan tinggi yang ada di Kota Malang itu ada 44 perguruan tinggi, dan insyaallah semuanya berkontribusi untuk mewujudkan Ngalam Pinter melalui kampus berdampak,” kata Dyah.

Menurutnya, kontribusi kampus tidak hanya berada pada sektor pendidikan, tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Khusus bidang penelitian, hasil riset perguruan tinggi didorong agar tidak berhenti di ruang akademik, melainkan dapat dihilirisasi menjadi produk dan inovasi yang memiliki nilai ekonomi.

BACA JUGA :  Safari Ramadan, Momentum Penguatan Kebersamaan dan Kemakmuran Tempat Ibadah

“Kalau pendidikannya jelas ya, untuk mengajak Ngalam Pinter, pengabdiannya juga untuk masyarakat Kota Malang, dan penelitiannya harapannya hilirisasi nanti produk-produk di Kota Malang ini bisa menjadi ladang emas untuk welfare masyarakat di Kota Malang,” ujarnya.

Dyah juga menyoroti pentingnya kolaborasi untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.

Melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), pada 2025 Kota Malang mendapatkan kuota hampir 2.000 penerima. Program tersebut diharapkan terus menjadi instrumen untuk memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi masyarakat mengakses pendidikan tinggi.

LLDIKTI juga mendorong PTS memberikan perhatian kepada mahasiswa perantau, termasuk mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memilih melanjutkan pendidikan di Kota Malang.

“Untuk KIP-K sendiri, pada tahun 2025 kita memiliki kuota hampir 2.000 lebih bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, kami juga telah berbincang dengan pimpinan PTS untuk memberikan nilai tambah dan perhatian tersendiri, seperti fasilitas kuliah gratis, bagi saudara-saudara kita mahasiswa perantau dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memprioritaskan pendidikannya di Kota Malang,” pungkas Dyah.

Melalui sinergi tersebut, Pemkot Malang berharap keberadaan puluhan perguruan tinggi tidak hanya memperkuat posisi Kota Malang sebagai kota pendidikan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kualitas SDM, inovasi, perekonomian, dan penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.

Penulis : S Basuki