Mojokerto,Sekilasmedia.com-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Resort 06 Mojokerto (Jatirejo dan Gondang), Kabupaten Mojokerto, Ahad (23/08/2026). Kebakaran terpantau di tiga titik, yakni Blok Senikir dan Blok Kingking di atas Dusun Gagan, Desa Begaganlimo, serta kawasan Blok Bukit Semar di atas Desa Dilem, Kecamatan Gondang.
Informasi kebakaran diterima sekitar pukul 15.30 WIB dari personel Tahura. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Koramil 0815/18 Gondang bersama unsur Tahura, BPBD Kabupaten Mojokerto, Polri serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Begaganlimo langsung bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan pemantauan, pengawasan sekaligus upaya pemadaman titik api.
Dalam penanganan Karhutla tersebut, Danramil 0815/18 Gondang Kapten Inf Warudi bersama tiga personel turut berada di lapangan. Kegiatan juga melibatkan empat personel Polsek, enam personel BPBD Kabupaten Mojokerto, Kepala Resort 06 Tahura Gandi Eka Sahriyal bersama 14 personel, serta 12 anggota MPA Desa Begaganlimo.
Medan lokasi kebakaran yang berada di kawasan hutan dengan vegetasi cukup rapat dan kondisi medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Berdasarkan informasi dari pihak Tahura, kebakaran diduga dipicu kondisi cuaca ekstrem berupa suhu panas disertai angin kencang yang menyebabkan api mudah merambat melalui vegetasi kering.
Danramil 0815/18 Gondang Kapten Inf Warudi mengatakan, begitu menerima informasi adanya Karhutla, pihaknya langsung mengerahkan personel untuk berkoordinasi dengan Tahura dan unsur terkait serta melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
“Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak bersama personel Koramil untuk memastikan kondisi di lapangan. Karena lokasinya berada di kawasan hutan dengan medan yang cukup sulit dan vegetasi yang kering, penanganannya membutuhkan kewaspadaan serta koordinasi yang baik antarunsur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterlibatan TNI dalam penanganan Karhutla merupakan bagian dari upaya membantu percepatan penanggulangan bencana sekaligus mencegah api meluas ke kawasan lain.
“Kami bersama Tahura, BPBD, Polri dan MPA berupaya semaksimal mungkin untuk mengendalikan titik api. Prioritas kami adalah mencegah api merambat dan memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman. Personel juga terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang sudah padam untuk mengantisipasi munculnya kembali api,” jelasnya.
Kapten Inf Warudi menambahkan, kondisi medan yang cukup berat membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan personel. Oleh karena itu, penanganan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Alhamdulillah, untuk Blok Senikir dan Blok Kingking sudah berhasil dipadamkan. Sementara di Blok Semar masih dilakukan penanganan dan pemantauan. Untuk titik yang belum sepenuhnya padam, pemadaman akan dilanjutkan oleh petugas Tahura pada pagi hari dengan tetap berkoordinasi bersama unsur terkait,” tambahnya.
Upaya penanganan dilakukan secara bertahap. Hingga sekitar pukul 22.00 WIB, titik api di Blok Kingking dilaporkan telah padam. Sementara Blok Senikir juga telah berhasil dipadamkan. Adapun titik api di kawasan Blok Semar masih dalam proses pemadaman dan pengawasan petugas.
Pemadaman pada titik yang belum padam selanjutnya akan dilanjutkan oleh petugas Tahura pada Senin pagi. Seluruh unsur yang terlibat juga terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api serta memastikan kondisi kawasan tetap aman.
Lokasi kebakaran berjarak sekitar lima kilometer dari permukiman Dusun Gagan, Desa Begaganlimo. Sementara berdasarkan data awal, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.












