Mojokerto,Sekilasmedia.com-Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus memperkuat sektor pertanian dan peternakan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Langkah tersebut diwujudkan melalui penyerahan berbagai bantuan pertanian dan peternakan dengan total nilai lebih dari Rp3,2 miliar kepada kelompok tani di Kabupaten Mojokerto. Penyerahan bantuan berlangsung dalam kegiatan Pertanian Komunal Bersama Milenial dan Penyaluran Bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto di Pujasera Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, Selasa (1/9/2026).
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyerahkan bantuan secara simbolis kepada kelompok tani penerima. Ia berharap fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga petani.
Menurut Gus Barra, bantuan tersebut tidak boleh berhenti sebagai fasilitas semata. Para penerima diharapkan mendapat pendampingan dari penyuluh pertanian agar pemanfaatannya benar-benar memberikan dampak terhadap perkembangan usaha pertanian maupun peternakan.
Bantuan yang disalurkan mencakup sejumlah kebutuhan, mulai dari pengembangan petani milenial, ternak ayam beserta kandang dan pakan, bantuan itik dan pakan, hingga alat mesin pertanian.
Dari dukungan pemerintah daerah, terdapat bantuan pelatihan petani milenial senilai Rp50 juta, bantuan ternak ayam, pakan dan kandang senilai sekitar Rp950 juta, serta bantuan itik dan pakan sebesar Rp40 juta.
Sementara itu, dukungan dari pemerintah pusat dan sumber non-APBD lainnya diwujudkan dalam bentuk dua unit combine harvester senilai sekitar Rp1,18 miliar, satu unit traktor roda empat senilai Rp520 juta, serta rehabilitasi lima jaringan irigasi tersier dengan nilai sekitar Rp500 juta.
Gus Barra juga menyoroti pentingnya regenerasi petani. Menurutnya, modernisasi pertanian perlu terus didorong agar sektor tersebut semakin menarik bagi generasi muda.
Ia menilai penggunaan teknologi dan alat mesin pertanian dapat membantu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil. Dengan begitu, pertanian diharapkan tidak lagi dipandang sebagai sektor yang kurang menarik bagi anak muda.
Selain mendukung peningkatan produktivitas, program pertanian komunal juga diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Kolaborasi antara petani berpengalaman dan generasi muda diharapkan mampu menciptakan pengelolaan usaha pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono menjelaskan, bantuan tersebut diberikan kepada sejumlah kelompok tani yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Mojokerto. Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan dan pengembangan usaha masing-masing kelompok.
Pemkab Mojokerto berharap dukungan tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Tidak hanya meningkatkan hasil pertanian dan peternakan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Dengan sinergi antara pemerintah, kelompok tani, penyuluh pertanian dan generasi muda, sektor pertanian Kabupaten Mojokerto diharapkan semakin produktif, modern dan memiliki daya saing.












