Daerah

Wali Kota Malang Soroti Pasokan Beras Premium yang Mulai Langka

×

Wali Kota Malang Soroti Pasokan Beras Premium yang Mulai Langka

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (kanan) bersama TPID Kota Malang saat melakukan sidak ke pasar (foto Basuki).

Malang,Sekilasmedia.com-Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang turun langsung memantau kondisi pasokan dan harga kebutuhan pangan masyarakat. Inspeksi mendadak (sidak) dilakukan di sejumlah titik, mulai dari distributor Podo Seneng, Pasar Blimbing hingga Pasar Klojen, Selasa (8/9/2026).

Sidak tersebut menjadi langkah TPID untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga sekaligus mengantisipasi gejolak harga di tengah kondisi pasokan beras yang mulai menjadi perhatian.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan hasil pemantauan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi TPID dalam menentukan langkah intervensi, terutama terkait ketersediaan beras.

Menurut Wahyu, untuk beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), pemerintah masih memiliki ruang intervensi melalui penyaluran beras dan pasar murah. Langkah tersebut diarahkan agar masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, tetap memperoleh beras dengan harga terjangkau.

BACA JUGA :  Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H, Desa Karangsono Gelar Pengajian Akbar dan Sosialisasi Anti Narkoba

“Untuk SPHP, pasar murah kita gelontorkan, sehingga masyarakat, terutama masyarakat bawah, bisa tercukupi. Tetapi untuk beras premium yang langka ini, kita akan mencari strategi yang tepat,” ujar Wahyu.

Dari hasil pemantauan, beras SPHP masih ditemukan di sejumlah pedagang. Kondisi tersebut menunjukkan pasokan beras dengan harga terjangkau relatif masih tersedia dan dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat.

Persoalan justru mulai terlihat pada beras premium yang pasokannya lebih terbatas. Pemerintah Kota Malang kini perlu mencari skema yang tidak hanya menjaga ketersediaan, tetapi juga memastikan kebutuhan masyarakat terhadap beras premium tetap terpenuhi.

Wahyu menegaskan, persoalan tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama TPID. Kondisi yang ditemukan di lapangan juga akan dilaporkan kepada pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan untuk mendapatkan dukungan kebijakan.

“Nanti hasil dari ini akan kita rapatkan kembali dengan TPID untuk mencari skenario. Kita tetap akan melaporkan situasi dan kondisi ini ke pusat, mudah-mudahan ada kebijakan terkait dengan beras,” katanya.

BACA JUGA :  Tak Geram, Pengguna Jalan Masih Saja Langgar Syarat Mengemudi

Selain persoalan distribusi, Wahyu menyebut kondisi pasokan beras juga dipengaruhi faktor musim. Siklus tanam dan kemarau yang berlangsung cukup panjang menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhitungkan dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.

Karena itu, TPID tidak hanya akan melihat persoalan harga, tetapi juga memetakan keseimbangan antara ketersediaan, distribusi, dan kebutuhan masyarakat.

“Kita akan mencari strategi untuk yang premium ini. Mau tidak mau, permintaan terkait beras juga ada karena masyarakat memiliki selera masing-masing. Mudah-mudahan nanti ada solusi terkait kondisi di lapangan,” pungkas Wahyu.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga pasokan beras di Kota Malang tetap aman, sekaligus mencegah keterbatasan pasokan pada jenis beras tertentu berkembang menjadi tekanan baru terhadap harga pangan.