Hukum

Ekstasi Sabu Dan Etomidate Raib Momen Dramatis Pemusnahan Barang Bukti Jaringan Internasional Di BNNP Sumsel

×

Ekstasi Sabu Dan Etomidate Raib Momen Dramatis Pemusnahan Barang Bukti Jaringan Internasional Di BNNP Sumsel

Sebarkan artikel ini
Operasi Senyap di SPBU Indralaya: Bagaimana Polisi Menggagalkan Penyelundupan 43 Kg Sabu dari Jaringan Malaysia (Foto/Sekilasmedia.Com )

Palembang,Sekilasmedia.com-Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., menegaskan bahwa perang melawan narkotika tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Pertahanan terkuat harus dibangun dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga, hingga tingkat desa. Pernyataan tegas ini disampaikan Gubernur saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan jaringan internasional yang menghubungkan Malaysia, Palembang, dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), di halaman Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel, Kamis (18/09/2026).

Dalam operasi besar-besaran yang melibatkan sinergi BNNP Sumsel, Bea Cukai, Brimob, dan Kepolisian tersebut, berhasil disita dan dimusnahkan barang bukti dalam jumlah masif. Total barang bukti yang dimusnahkan meliputi 45,5 kilogram sabu-sabu, 9.439 butir ekstasi, dan 140 cartridge etomidate.

Strategi Pencegahan Berlapis

Herman Deru menyoroti bahwa prestasi pembangunan Sumsel, termasuk ketahanan pangan dan penurunan angka stunting, akan menjadi sia-sia jika kualitas sumber daya manusia rusak akibat penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, ia menyerukan pendekatan pencegahan secara berlapis.

BACA JUGA :  Kapolsek Sempol Diseret Massa Setelah Penangkapan Petani: Kapolres Pastikan Kondisi Aman, Konflik Kebun Kopi 9 Hektare Jadi Sorotan

“Justru sasarannya sekarang ini adalah daerah dan desa. Kita perlu memperkuat benteng mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat, hingga ke desa,” ujar Herman Deru.

Ia juga memberikan pesan moral kepada generasi muda untuk tidak lari dari kenyataan hidup dengan menggunakan narkoba. “Minimal ini bisa kita tularkan kepada generasi muda. Orang-orang yang tidak berani menghadapi kenyataan, jangan sampai lari menggunakan narkoba,” tegasnya.

Kronologi Pengungkapan Jaringan Internasional

Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sumsel, Kombes Pol. Dra. Basani R. Sagala, M.H., mengungkapkan bahwa operasi ini berawal dari informasi intelijen mengenai pengiriman narkotika. Tersangka pertama, Muhammad Budiman alias MB (34 tahun), diamankan di wilayah Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

Jejak jaringan kemudian mengarah pada tersangka kedua, Dedi Sumardi (46 tahun), yang ditangkap pada 25 Agustus 2026 di sebuah SPBU di jalur Indralaya menuju Kabupaten PALI.

BACA JUGA :  Ops Pekat Perangi Premanisme, Polsek Pandaan Bekuk Pelaku Jambret

Saat pemeriksaan, petugas menemukan 43 bungkus plastik berisi sabu-sabu dengan berat bruto sekitar 43 kilogram di dalam mobil yang dikendarainya. Penangkapan ini mengungkap adanya keterlibatan jaringan internasional yang memasukkan narkoba dari Malaysia ke wilayah Sumsel.

Peringatan Keras Bagi Sindikat Narkoba

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol. Hisar Siallagan, memberikan peringatan keras kepada para pelaku peredaran gelap narkotika. Ia menegaskan bahwa negara tidak akan pernah kalah melawan sindikat narkoba.

“Berhenti, karena Anda ditangkap itu tinggal menunggu waktu saja,” tegas Hisar Siallagan.

“Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk proaktif memberikan informasi guna membantu aparat mengungkap dalang di balik peredaran barang haram tersebut. Kegiatan pemusnahan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk komitmen kolektif menjaga Sumatera Selatan bebas dari bahaya narkoba.