Daerah

Pemkab Jember Turun Tangan, Lansia dengan Luka Kaki 15 Tahun Disiapkan Rujukan ke Dokter Spesialis

×

Pemkab Jember Turun Tangan, Lansia dengan Luka Kaki 15 Tahun Disiapkan Rujukan ke Dokter Spesialis

Sebarkan artikel ini
Pemkab jember hadir di rumah penerima home care. (Foto pemkab jember)

 

Jember, sekilasmedia.com- Pemerintah Kabupaten Jember bergerak menangani kondisi Amze Suminah, lansia berusia 71 tahun asal Kecamatan Sumberbaru yang mengalami luka kronis pada kaki selama 15 tahun.

Penanganan medis terhadap Amze menjadi perhatian pemerintah daerah karena luka yang dideritanya telah mencapai jaringan otot hingga tulang.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Jember, Deni Irawan, bersama Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika mendatangi pasien tersebut, Sabtu (10/10/2026) malam.

Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kondisi pasien sekaligus mencari langkah penanganan lanjutan atas nama Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait.

Kepala Puskesmas Rowotengah, dr. Titis Sulistyowati, M.Kes., mengungkapkan bahwa kondisi luka Amze membutuhkan tindakan medis yang tidak bisa ditangani secara optimal di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

BACA JUGA :  Dinas Pariwisata Kabupaten Jember Apresiasi Ajang Karnaval Budaya Kebonagung 2024

“Pak Amze ini memang sudah mengalami luka pedis atau luka di kaki itu selama 15 tahun,” ujar dr. Titis saat memberikan keterangan.

Menurutnya, luka yang berlangsung bertahun-tahun tersebut telah menembus jaringan lebih dalam. Kondisi itu membuat proses pembersihan luka membutuhkan penanganan khusus oleh tenaga medis yang kompeten.

“Karena lukanya sudah sampai ke tulang karena 15 tahun, sudah sampai ke otot, tulang, sehingga untuk membersihkan luka ini perlu membutuhkan pembiusan,” jelasnya.

Dr. Titis menerangkan, tindakan pembiusan diperlukan agar pembersihan luka dapat dilakukan dengan tepat. Sementara itu, kemampuan penanganan di puskesmas memiliki keterbatasan untuk mengatasi infeksi yang sudah masuk ke jaringan dalam.

“Kalau kami rawat di puskesmas, itu kurang maksimal karena infeksi yang di dalam tidak bisa kami bersihkan,” imbuhnya.

Sebagai tindak lanjut, Puskesmas Rowotengah telah berkoordinasi dengan dokter spesialis bedah melalui layanan telemedicine. Langkah tersebut dilakukan untuk menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.

BACA JUGA :  Patroli Malam Tahun Baru, Kapolres Gresik Sampaikan Pesan Kamtibmas

Amze selanjutnya dipersiapkan menjalani rujukan agar memperoleh perawatan langsung dari dokter spesialis bedah. Penanganan lanjutan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan medis yang tidak bisa dipenuhi secara maksimal di puskesmas.

Kepala Dinkes PPKB Jember, Deni Irawan, menjelaskan bahwa upaya merujuk pasien ke RSD dr. Soebandi sebenarnya telah dilakukan sebelumnya. Namun, proses tersebut sempat terkendala karena tidak ada anggota keluarga yang mendampingi.

Untuk mengatasi hambatan itu, pemerintah daerah melibatkan Dinas Sosial guna memastikan pasien tetap mendapatkan pendampingan selama proses rujukan.

Petugas Layanan Rujukan Terpadu (LRT) dari Dinas Sosial disiapkan untuk mendampingi Amze secara bergantian. Dengan dukungan lintas organisasi perangkat daerah tersebut, proses rujukan diharapkan berjalan lebih lancar sehingga pasien memperoleh penanganan medis lanjutan sesuai kebutuhannya.