Peristiwa

Supir Indriver Asal Binjai Ditemukan Tewas Diperkebunan PT BSP Asahan, Diduga Korban Perampokan

×

Supir Indriver Asal Binjai Ditemukan Tewas Diperkebunan PT BSP Asahan, Diduga Korban Perampokan

Sebarkan artikel ini
Ditemukan mayat di parit Perkebunan di Duga korban Begal (SekilasMedia.com)

Asahan,Sekilasmedia.com-Sebuah penemuan mengerikan mengguncang warga Kelurahan Dadimulyo, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, pada Kamis (22/10/2026). Seorang pekerja perkebunan PT BSP menemukan jenazah seorang pria tergeletak di parit kecil di areal perkebunan sawit. Korban belakangan teridentifikasi bernama Muhammad Imran (33), warga Perumahan Baitussalam Residence 3, Kota Binjai, yang bekerja sebagai pengemudi layanan Indriver dan ojek online.

Berdasarkan informasi dari warga, penemuan bermula saat karyawan perkebunan tersebut meminta warga sekitar, Wagiman, untuk segera melaporkan keberadaan jenazah kepada Kepala Lingkungan setempat. Di lokasi kejadian, ditemukan dua helai kaos berwarna hijau dan hitam yang penuh lubang bekas tusukan benda tajam serta terlihat bercak darah, menunjukkan korban menderita sebelum tewas.

BACA JUGA :  Mayat Mengapung Laki-Laki, Ditemukan Warga Di Sungai

Saat proses evakuasi jenazah, petugas menemukan barang-barang milik korban berupa dompet, mainan kunci mobil, STNK, KTP, dan SIM milik Muhammad Imran. Dari identitas yang ditemukan, keluarga korban di Binjai pun segera dikonfirmasi dan membenarkan bahwa almarhum adalah suami dan ayah dari keluarganya.

Istri korban, Nazliyah Faturrahmi, menceritakan momen terakhir berkomunikasi dengan suaminya. “Pagi itu sekitar pukul 09.00 WIB dia masih mengirim pesan berupa emoji lucu. Saat saya membalas pukul 09.30 WIB menanyakan urusan sekolah anak, nomornya sudah tidak aktif saya ini masik di Malaysia bang uda empat bulan jadi TKI, anak saya dua perempuan semua satu umur 7 tahun yang kecil baru 3 tahun ,” ungkapnya dengan suara bergetar. Nazliyah menegaskan suaminya bekerja sebagai supir Indriver dan ojek online yang berangkat mencari nafkah namun udah dua hari gak pulang.

BACA JUGA :  Bupati Klungkung Geram, Penjual Bawang Buang Sampah Sembarangan

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Asahan, AKP Sandy, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya sedang mendalami kasus ini. “Masih kami dalami motif kejadiannya, Bang,” tulisnya singkat melalui pesan tertulis. Dugaan sementara mengarah pada kasus perampokan yang berakhir pembunuhan, mengingat korban berprofesi sebagai pengemudi online yang rawan menjadi sasaran kejahatan.

Kehilangan nyawa Muhammad Imran menjadi keprihatinan mendalam bagi kita semua. Semoga pihak kepolisian segera menuntaskan kasus ini, mengungkap siapa pelakunya, dan menjatuhkan hukuman setimpal agar keadilan terwujud dan kejadian serupa tidak terulang kembali. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan keluarga diberi ketabahan.