Daerah

Bukan Sekadar Silaturahmi Konferensi Anxi Ke-12 Bidik MoU Strategis Untuk Industri Lokal

×

Bukan Sekadar Silaturahmi Konferensi Anxi Ke-12 Bidik MoU Strategis Untuk Industri Lokal

Sebarkan artikel ini
Palembang Ungguli Jakarta: Kota Pempek Jadi Tuan Rumah Konferensi Anxi Sedunia ke-12 (Foto/Sekilasmedia.Com)

Palembang,Sekilasmedia.com-Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menorehkan sejarah dengan menjadi tuan rumah ajang internasional bergengsi, The 12th World Anxi Conference atau Konferensi Masyarakat Anxi Sedunia ke-12. Acara yang berlangsung di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Palembang, pada Minggu (25/10/2026). Ini dihadiri oleh Gubernur Sumsel, Dr. H. Herman Deru, serta ratusan delegasi pengusaha dan tokoh masyarakat dari sembilan negara.

Gubernur Herman Deru secara resmi membuka konferensi tersebut dan menyatakan bahwa kehadiran hampir 1.000 peserta merupakan “momentum emas” bagi daerah. Ia berharap forum ini dapat memperluas kerja sama usaha dan mendorong masuknya investasi asing langsung (Foreign Direct Investment) ke Sumsel, khususnya untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat lokal.

Palembang Ungguli Jakarta sebagai Tuan Rumah.

Pemilihan Palembang sebagai tuan rumah edisi ke-12 ini dinilai sebagai pencapaian prestisius. Kota yang terkenal dengan kuliner pempek ini berhasil menyingkirkan Jakarta, yang dalam evaluasi panitia dianggap belum sepenuhnya siap dari sisi sumber daya manusia (SDM) untuk menangani skala event sebesar ini. Sebelumnya, konferensi yang digelar tiga tahun sekali tersebut terakhir berlangsung di Makau.

Ketua Umum Paguyuban Anxi Sumsel, Sukarta Buyung (Yao Han Yu), mengungkapkan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Palembang. “Ini momentum besar. Palembang membuktikan kesiapannya menjadi kota berkelas dunia,” ujar Sukarta didampingi Humas Paguyuban Anxi Palembang, Harun.

BACA JUGA :  Kapolda Jatim Dampingi Kunjungan KSAD ke Lokasi Bencana Erupsi Semeru

Sukarta juga mengonfirmasi bahwa edisi berikutnya, yakni Konferensi Anxi ke-13, akan diselenggarakan di Malaysia bertepatan dengan perayaan 100 tahun Paguyuban Anxi.

Delegasi Elite dan Misi Investasi Strategis.

Skala kehadiran dalam konferensi ini sangat masif, melibatkan total hampir 1.000 peserta. Komposisinya terdiri dari 500 delegasi asing dan sisanya dari dalam negeri. Delegasi asing berasal dari Tiongkok, Taiwan, Hong Kong, Makau, Malaysia, Singapura, Myanmar, Vietnam, dan Amerika Serikat. Sementara delegasi domestik meliputi lebih dari 100 pengusaha dari Surabaya, Jakarta, Jambi, dan Riau, serta 400 perwakilan dari Palembang.

Kualitas delegasi yang hadir tergolong elit. Di antara tamu undangan terdapat pemilik jaringan hotel bintang tujuh di Bali yang berbasis di Surabaya, Bupati Kabupaten Anxi Chen Cing Yon, serta para anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dari masing-masing negara.

“Mereka bukan sekadar pengunjung, tapi pemain kunci dalam ekonomi global,” tambah Sukarta.

Di balik nuansa kekeluargaan masyarakat perantauan Anxi yang menjunjung tinggi gotong royong, agenda utama konferensi ini adalah bursa investasi. Para taipan tersebut secara terbuka menyatakan ketertarikan mereka terhadap potensi Sumber Daya Alam (SDA), pertanian, perkebunan, dan industri alat berat di Sumsel. Fokus utama incaran investasi tertuju pada pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat dan kawasan industri lokal.

BACA JUGA :  Bupati Sidoarjo Kurban Sapi dengan berat 1 Ton, Sedangkan Wabup 900 kg

“Harapan kami, silaturahmi ini bermuara pada realisasi investasi. Potensi terbesar kami saat ini ada di Pelabuhan Tanjung Carat,” tegas Sukarta. Harun, selaku Humas, optimistis pertemuan lintas negara ini akan melahirkan nota kesepahaman (MoU) nyata di berbagai sektor strategis.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah.

Acara ini juga dihadiri oleh Forkopimda Sumsel, sejumlah Bupati, Sekretaris Daerah Kota Palembang, Asisten III, serta perwakilan dari Kadin Pariwisata, Kominfo, Perhubungan, dan Kasat Pol PP. Kehadiran jajaran pejabat ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memfasilitasi iklim investasi yang kondusif.

Meskipun Palembang sempat diselimuti kabut asap beberapa waktu sebelumnya, hujan yang turun sehari sebelum acara berhasil membersihkan udara dan menciptakan suasana kondusif bagi para tamu. Para delegasi asing memberikan apresiasi tinggi terhadap keramahan warga Palembang. Sebelum menghadiri konferensi, pada 24 Oktober 2026, mereka telah melakukan kunjungan wisata ke Pulau Kemaro dan menikmati kemegahan Jembatan Ampera.

“Dengan terselenggaranya konferensi ini, Pemerintah Kota Palembang berharap hubungan baik yang telah terjalin semakin erat, sekaligus membuka peluang kolaborasi di sektor kebudayaan, pariwisata, hingga perdagangan, demi mewujudkan Palembang yang berdaya, berbudaya, dan mendunia,” tutup pernyataan resmi pihak penyelenggara.

Penulis: WarnaniEditor: Kayla