Daerah

Jelang Mango Carnival of Indonesia 2026, Pemkot Probolinggo Gandeng Media dan Perluas Akses Internet Gratis

×

Jelang Mango Carnival of Indonesia 2026, Pemkot Probolinggo Gandeng Media dan Perluas Akses Internet Gratis

Sebarkan artikel ini
Walikota Probolinggo dr. Aminuddin (tengah) didampingi Sekda Kota Probolinggo Budiono Wirawan (baju putih) dan Perwakilan PWI Probolinggo Raya Edi Sunarko (baju batik) di moment Ngopi Bareng Pemkot Probolinggo (Foto : Suyitno)

Probolinggo,Sekilasmedia.com-Pemerintah Kota Probolinggo mematangkan persiapan Mango Carnival of Indonesia 2026 dengan melibatkan insan pers dan influencer sebagai bagian dari strategi memperluas promosi potensi daerah. Selain mengangkat komoditas mangga sebagai produk unggulan, agenda yang berlangsung pada 29–31 Oktober 2026 tersebut juga diarahkan untuk memperkuat sektor pariwisata, memperluas jaringan bisnis, serta mendorong pemasaran produk lokal.

Penguatan kolaborasi itu mengemuka dalam kegiatan Ngopi Bareng Wartawan yang digelar pada Selasa malam (27/10/2026). Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, didampingi Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, jajaran kepala perangkat daerah, serta para camat se-Kota Probolinggo, berdiskusi bersama awak media mengenai agenda pembangunan dan strategi komunikasi publik.

Dalam pertemuan tersebut, media ditempatkan sebagai mitra penting pemerintah untuk menyampaikan informasi pembangunan sekaligus memperkenalkan potensi Kota Probolinggo kepada masyarakat yang lebih luas.

Salah satu fokus pembahasan adalah penyelenggaraan Mango Carnival of Indonesia yang diharapkan mampu menghidupkan kembali identitas Probolinggo sebagai Kota Mangga. Berbagai kegiatan telah disiapkan dengan melibatkan peserta dari sejumlah daerah dan pelaku usaha.

Pada 29 Oktober, rangkaian acara dijadwalkan dibuka dengan kirab yang diikuti 30 peserta. Agenda lainnya adalah National Mango Forum yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Forum tersebut akan menjadi ruang diskusi mengenai pengembangan komoditas mangga, peluang kerja sama bisnis, serta pemanfaatan inovasi teknologi untuk meningkatkan daya saing produk hortikultura.

Memasuki 30 Oktober, masyarakat dapat mengikuti Mango Fun Walk dan berbagai perlombaan. Hari kedua kegiatan juga akan ditutup dengan Festival Musik Duk-Duk yang dipusatkan di Stadion Bayuangga.

BACA JUGA :  Taman Rekreasi Selecta Launching Wahana Baru Dino Ranch Yang Dapat Dinikmati Segala Usia

Sementara itu, pada 31 Oktober, kemeriahan acara berlanjut melalui sejumlah kegiatan, termasuk Lomba Senam Kreasi Line Dance. Selama penyelenggaraan berlangsung, Stadion Bayuangga juga menjadi lokasi National Mango Expo yang diikuti 12 peserta dari berbagai daerah dan perusahaan.

Peserta pameran tersebut berasal dari Blora, Jember, Probolinggo, Situbondo, Pasuruan, Ngawi, Kediri, serta sejumlah pelaku usaha. Sejumlah daerah juga dijadwalkan mengikuti National Mango Contest sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kualitas dan keunggulan mangga dari masing-masing wilayah.

Keterlibatan peserta lintas daerah diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan acara. Pemerintah kota ingin menjadikan momentum tersebut sebagai sarana membangun jejaring antardaerah, bertukar pengalaman dalam pengembangan hortikultura, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha.

Undangan juga telah disampaikan kepada sejumlah pemerintah daerah lainnya, di antaranya Kota Pagar Alam, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Lamongan. Dari Sumatera Selatan, perwakilan yang direncanakan hadir meliputi Bupati Muara Enim, Wakil Bupati Banyuasin, serta Wakil Wali Kota Pagar Alam.

Pemkot Probolinggo berharap pengembangan promosi mangga dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas tersebut. Perluasan akses pemasaran, termasuk peluang menembus pasar internasional seperti Taiwan dan kawasan Timur Tengah, turut menjadi sasaran yang ingin didorong melalui penguatan jejaring usaha.

Selain membahas persiapan Mango Carnival of Indonesia, Pemkot Probolinggo juga memaparkan pengembangan infrastruktur digital berupa penambahan 30 titik akses Wi-Fi gratis di sejumlah kawasan publik.

Program tersebut merupakan kelanjutan dari penyediaan jaringan internet gratis yang sebelumnya telah direalisasikan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika. Pada tahap awal, sebanyak 11 titik tersedia di Super Koridor Suroyo dan sebagian Jalan Panglima Sudirman, sedangkan 10 titik lainnya berada di Super Koridor Cokroaminoto dan Bundaran Gladak Serang.

BACA JUGA :  Bupati Jombang Launching Aplikasi Berbasis Web Informasi Dalan Jombang (IDJO) Sebagai Terobosan Kreatif PUPR

Melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026, pemerintah kembali mengalokasikan penambahan 30 titik baru untuk memperluas jangkauan layanan internet bagi masyarakat.

Lokasi yang menjadi sasaran pengembangan meliputi Jalan Panglima Sudirman, Jalan Mastrip, Jalan Slamet Riyadi, pasar tradisional, Stadion Bayuangga, Mal Pelayanan Publik, kawasan Mata Air Kampung Seni, Sentong, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maramis Barat, pertigaan SMP 4, kawasan Masjid Laweyan, Simpang Pasar Sumber Wetan, serta Simpang Tugu Wonoasih.

Penambahan jaringan tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat mengakses informasi dan memanfaatkan layanan digital di ruang publik. Keberadaan internet gratis juga diproyeksikan mendukung aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan akses internet yang semakin luas, pelaku UMKM diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk memasarkan produk melalui platform digital. Infrastruktur ini juga berpotensi mendukung peningkatan transaksi nontunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Melalui dua agenda tersebut, Pemkot Probolinggo berupaya mengoptimalkan promosi potensi unggulan daerah sekaligus memperkuat konektivitas digital. Penyelenggaraan Mango Carnival of Indonesia diharapkan memberikan dampak bagi sektor pariwisata dan perdagangan, sedangkan perluasan akses internet ditujukan untuk menunjang kebutuhan informasi serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah kota pun mendorong agar promosi daerah dan pembangunan infrastruktur berjalan beriringan, sehingga potensi lokal tidak hanya dikenal lebih luas, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.